Pemkot Berikan Izin Pinjam Pakai Untuk Pembangunan Musala Tanjung Bunga

Pjs Walikota Pangkalpinang Dr Asyraf Suryadin menegaskan Pemkot Pangkalpinang akan memberikan izin pinjam pakai kepada masyarakat

Pemkot Berikan Izin Pinjam Pakai Untuk Pembangunan Musala Tanjung Bunga
Bangka Pos/Edwardi
Pjs Walikota Pangkalpinang, Dr Asyraf Suryadin memimpin rapat rencana pembangunan mushola di lahan aset milik Pemkot Pangkalpinang di kawasan Perumahan Taman Tanjung Bunga Cluster Mawar yang di ruang rapat Kantor Walikota Pangkalpinang, Kamis (24/05/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pjs Walikota Pangkalpinang Dr Asyraf Suryadin menegaskan Pemkot Pangkalpinang akan memberikan izin pinjam pakai kepada masyarakat Perumahan Tanjung Bunga Cluster Mawar yang ingin membangun musala di lahan aset milik Pemkot Pangkalpinang.

"Kita setuju akan memberikan izin pinjam pakai, bukan dihibahkan. Kita setuju karena dari mulai RT, RW, Lurah, Camat, Kemenag, FKUB dan pihak-pihak terkait lainnya sudah kita panggil dan semuanya juga sudah melakukan kajian pada prinsipnya lahan itu kita setuju untuk dibangun mushola," kata Asyraf usai rapat membahas pembangunan mushola Perumahan Tanjung Bunga Cluster Mawar di kantor Walikota Pangkalpinang, Kamis (24/05/2018).

Ditambahkannya, selanjutnya kapan akan dibangun musala itu diserahkan kepada hasil musyawarah masyarakat di sana.

"Untuk masyarakat yang kontra itu saya harapkan pak RT, RW, Lurah dan Camat bisa melakukan pendekatan, jumlahnya juga minim mudah-mudahan mereka bisa memahami keinginan masyarakat banyak lainnya," harapnya.

Pembangunan Musala di Perumahan Tanjung Bunga Ada Pro Kontra Masyarakat

Ketua RT 07 RW 03 Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, Al Hatas Cahyadi mengatakan terjadinya pro kontra pembangunan musala di perumahan Tanjung Bunga Cluster Mawar ini, dimana pihak yang kontra tidak ingin fasilitas umum (fasum) berupa taman itu didirikan tempat ibadah.

"Prinsip mereka karena saat membeli rumah di perumahan itu berikut dengan fasilitas umum berupa taman bukan tempat ibadah atau mushola. Mereka ini tidak setuju dengan pengalihan fungsi itu," jelasnya usai rapat bersama Pjs Walikota Pangkalpinang dan unsur terkait lainnya di ruang rapat Kantor Walikota, Kamis (24/05/2018).

Ditambahkannya, sedangkan masyarakat perumahan yang pro pembangunan musala merasakan perlu ada bangunan tempat ibadah di tempat yang sama.

"Masyarakat yang pro ada sekitar 90 an lebih KK dan yang kontra dari semula 15 KK sekarang ini tinggal 5-6 KK," jelasnya.

Ditambahkannya, untuk itu sebelum mushola ini dibangun sebaiknya pihak Pemkot Pangkalpinang memberikan masukan dan pertimbangan sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved