Satpol PP Kabupaten Bangka Minta Aktivitas Tambang di Dusun Lubuk Lesung Stop

Anggota Satpol PP Memberikan peringatan kepada puluhan warga pendatang dari luar pulau Bangka yang berdomisili di Dusun Lubuk Lesung

Satpol PP Kabupaten Bangka Minta Aktivitas Tambang di Dusun Lubuk Lesung Stop
Ist
Tanpak Tim Satpol PP Bangka mendatangi pekerja dan pemilik tambang (TI Rajuk Tower) di Dusun Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan Belinyu Bangka, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Anggota Satpol PP Memberikan peringatan kepada puluhan warga pendatang dari luar pulau Bangka yang berdomisili di Dusun Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan Belinyu.

Peringatan tersebut terkait dengan aktivitas mereka yang melakukan aktivitas tambang hingga merambah bibir jalan raya 

Tim Satpol PP Bangka, Kamis (25/5/2018) memberikan teguran resmi kepada warga pendatang, agar segera menghentikan aktivitas liar tersebut.

"Ini merupakan peringatan kepada penambang TI Tower di daerah Lubuk Lesung Desa Gunung Pelawan," kata Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman, usai kegiatan, Kamis (25/5/2018).

Surat peringatan yang dilayangkan langsung ditujukan kepada penambang atau kuasa serta pemilik tambang yang dimaksudkan agar, aktifitas terlarang itu dapat dihentikan tanpa paksaan.

"Karena aktifitas tambang ini berada pada pinggir jalan aspal. Dan ini terkait pengaduan masyarakat melalui surat dari Desa Gunung Pelawan," katanya.

Inti surat Pol PP kata Suherman, menekankan agar ponton atau peralatan tambang di lokasi segera dibongkar.

Sebab jika tidak segera dibongkar, dikwatirkan aktifitas tambang liar jni akan membuat jalan raya di dusun setempat menjadi longsor.

"Apalagi TI Tower ini makan timahnya (eksploitasi) sangat dalam menggunakan stik sepanjang puluhan meter hingga ke dalam tanah," katanya.

Mengenai keberadaan puluhan penambang liar dari luar Bangka dan belasan ponton TI Rajuk di lokasi menurut Suherman, sudah dikoordinasikan dengan pihak desa setempat.

Jika nanti penambang tidak mengindahkan surat peringatan itu, maka Pol PP akan datang kembali bersama tim gabungan TNI-Polri, langsung melakukan penyitaan.

"Di kawasan itu ada belasan ponton. Pekerjanya (puluhan orang) berasal dari, Selapan (Sumsel). Kami sudah koordinasi ke kantor desa dan kadus setempat. Dipastikan aktifitas tambang liar ini berada di pinggir jalan aspal dan dekat tiang listrik. Padahal di lokasi itu akan dibangun mushollah," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved