Kisah Suciati Mewujudkan Mimpi Membangun Mesjid dari Berjualan Ayam Sejak SMP

Setelah hampir 23 tahun menambung, kini masjid yang diidam-idamkan oleh Suciati berdiri megah

Kisah Suciati Mewujudkan Mimpi Membangun Mesjid dari Berjualan Ayam Sejak SMP
Kompas.com/ Wijaya Kusuma
Bangunan Masjid Suciati Saliman di jalan Gito Gati, Grojogan, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta 

Sebab saat itu dia tidak memiliki lemari pendingin sebagai tempat untuk menyimpan ayam.

"Saya naik sepeda keliling Bulaksumur UGM titip ke dosen-dosen. Terus keliling ke perumahan-perumahan di dekat situ. Ya soalnya jaman itu freezer kan barang mewah, saya tidak punya," ungkapnya.

Meski harus sekolah sambil berjualan di pasar dan bahkan berkeliling dengan sepeda, Suciati tidak pernah mengeluh. 

Ia menjalani aktivitasnya dengan penuh semangat.
"Hasil dari jualan itu meski sedikit selalu saya tabung, untuk menambah beli ayam lagi. Sampai lulus SMP itu habis 15 ekor ayam kampung, lulus STM saya habis 70 ekor ayam kampung," urainya.

Pada tahun 1975 Suciati menikah dengan Saliman Riyanto Raharjo.
Suaminya yang awalnya bekerja di Dinas Sosial memutuskan keluar dan fokus membantu berjualan.

"Suami saya yang mengajari bikin kartu nama, terus iklan di koran, isinya menyediakan daging ayam partai kecil, partai besar, diskon 5 persen diantar ke rumah," ungkapnya.

Kemudian, jualan Suciati pun bertambah. Tidak hanya daging ayam, Suciati juga berjualan ikan laut dan telur.

Dengan bertambahnya usaha, dia harus sering lembur untuk berjualan.

"Saya sampai jarang tidur, jualan ikan laut dan telur. Kalau malam, memecah es untuk mendinginkan ikan, daging ayam yang belum laku, karena tidak punya freezer," katanya.

Namun setelah beberapa waktu, Suciati memutuskan untuk fokus pada ayam karena melihat potensinya.

Halaman
1234
Editor: tidakada016
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved