Bukan Berat Badan, Ini Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Seseorang

Didalam pemantauan gizi masyarakat sebelum 5 tahun terakhir melalui perbandingan berat badan dan umur

Bukan Berat Badan, Ini Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Seseorang
Bangka Pos/ Adelina Nurmalitasari
Peserta sosialisasi instrumen stunting yang berasal dari lintas sektor digelar di ruang rapat Bappeda pada Rabu (30/5/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Didalam pemantauan gizi masyarakat sebelum 5 tahun terakhir melalui perbandingan berat badan dan umur. Kalau berat ideal maka baguslah gizinya.

Namun belum tentu berat badan ideal berarti gizinya baik. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Suhandri saat ditemui posbelitung.co usai membuka acara sosialisasi instrumen stunting pada Rabu (30/5/2018).

Dilansir dari Kompas, menurut UNICEF stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.

Dijelaskan Suhandri, ada alat ukur lain yang lebih potensial dalam memantau kondisi gizi yakni membandingkan tinggi badan dan umur.
"Dengan membandingkan tinggi dan umur akan lebih menggambarkan kondisi gizi," katanya.

"Untuk mencapai berat badan ideal mudah, kegemukan atau kelebihan gizi dapat diperbaiki dengan memberi asupan gizi dalam beberapa bulan atau diet, tapi mengubah tinggi orang butuh waktu yang cukup panjang," tambahnya.

Kalau hanya mengukur berat badan, data stunting tidak terukur dengan baik sehingga tinggi badan juga jarus jadi faktor yang harus diperhitungkan.

Apalagi selama ini pada buku posyandu tinggi badan tidak mendapat perhatian, sehingga tidak memperlihatkan status gizi yang sebenarnya di kondisi lapangan.(*)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved