Breaking News:

Besok Panwaslu Putuskan Soal Netralitas Pjs Walikota

Yang kita periksa ada anggota dewan juga itu saksi dari pelapor, cuma disini kami lebih menekankan pada penyelenggara

Penulis: Hendra | Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos/Edwardi
Pjs Walikota Pangkalpinang Dr Asyraf Suryadin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Panitia Pengawas Pemilu Pangkalpinang dan Sentra Gakkumdu, besok Minggu (3/6) akan memutuskan kasus dugaan Pjs Walikota Pangkalpinang, Asraf Suryadin, tak netral.

Kasus ini sebagaimana yang dilaporkan oleh Tim Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan Bangka Belitung.

Asraf dilaporkan hanya mengundang calon peserta pilkada Pangkalpinang Saparudin dalam acara Nuzulul Quran.

Kasi Penindakan dan Pelanggaran, Nopriansyah kepada harian ini, Sabtu (2/6) mengatakan mereka sudah melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi. Baik dari pelapor maupun terlapor.

Akan tetapi kata Nopri, dalam kasus ini mereka menekankan kepada pihak penyelenggara acara yakni Baznas Pangkalpinang.

“Yang kita periksa ada anggota dewan juga itu saksi dari pelapor, cuma disini kami lebih menekankan pada penyelenggara acara yakni Baznas selaku Panitia pelaksana. Untuk putusannya besok setelah pleno baru bisa kita sampaikan,” ujar Nopriansyah.

Dalam kasus ini ada dua ruang kemungkinan pelanggaran. Yakni pelanggaran pidana dan administrasi pemilu.

Nopri menjelaskan bila melanggar administasi itu ranah murni dari Panwaslu. Tapi beda bila pelanggarannya pidana akan ditangani langsung oleh Sentra Gakkumdu.

“Kita belum tahu seperti apa putusannya. Terlapor kalau tidak kena pidananya dia pasti kena administrasi, tapi kalau cuma kena pelanggaran administrasi belum tentu kena pelanggaran pidana. Atau bisa saja kena pidana, bisa administrasi atau bisa kedua-duanya, salah satunya atai tidak kena kedua-duanya,” kata Nopriansyah.

Laporan yang disampaikan lanjut Nopriansyah terkait dengan Pjs Walikota mengundan salah satu paslon. Bila acara tersebut disebut berkampanye sudah jelas bagaimana menilainya. Kegiatan itu hanya Nuzulul Quran saja.

“Dalam hal ini kita tidak bisa menghakimi secara langsung berkampanye atau tidak. Tapi kalau kita lihat disana sebenarnya sudah tergambarkan berkampanye atau tidaknya (tunggu putusan--red). Kita hanya ingin menilai dalam hal ini soal ASN atau PJS netral atau tidak”, ujar Nopriansyah.(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved