Sebelum Pol PP Datang Daging Biru Sudah Habis Terjual

Sejumlah pedagang di Pasar Kite Sungailiat Bangka mengeluh karena beredar daging impor wana biru yang dijual oleh seorang oknum

Sebelum Pol PP Datang Daging Biru Sudah Habis Terjual
Bangka Pos/Fery Laskari
Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Bangka, Achmad Suherman 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah pedagang di Pasar Kite Sungailiat Bangka mengeluh karena beredar daging impor wana biru yang dijual oleh seorang oknum, sesama rekan mereka di Pasar Kite Sungailiag Bangka.

Keberadaan daging itu dilaporkan ke Pol PP Bangka, yang langsung melakukan pemeriksaan. Namun, saat Pol PP datang, daging biru itu telah habis terjual.

"Kita lakukan pengecekan di lapangan. Namun untuk pengakuan sementara pedagang itu, bahwa daging yang dimaksud sudah habis terjual," kata Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman, Selasa (5/6/2018).

Walau Pol PP tak menemukan barang bukti daging biru asal impor tersebut, namun tetap dilakukan interogasi kepada oknum pedagang yang dimaksud.

"Kemudian kita periksa dokumen. Dokumennya mereka tidak bisa menunjukan lengkapnya. Jadi sementara kita minta stop dulu secara lisan daging impor itu kecuali nanti ada ijinnya," katanya.

Ijin atau dokumen sangat penting karena menurut Suherman, untuk mengetahui asal barang.

"Karena kita tidak tahu ijinya darimana. Kalau impor resmi silahkan. Apalagi pedagang lain mengeluhkan dengan adanya barang yang masuk, harga persaingannya gimana? Kalau itu resmi silahkan," katanya.

Oknum pedagang yang dimaksud kata Suherman mengaku daging impor ini diambil melalui jalur Kota Pangkalpinang. Daging jenis daging paru hewas ternak sapi ini dijual dengan kisaran rata-rata dibawah harga normal pasar lokal.

"Yang jelas tidak boleh lagi dijual daging seperti itu. Daging jenis paru warna biru. Kalau menurut pedagang warnanya begitu. Tapi kan kita tetap harus tahu asal muasalnya darimana, administrasinya, legalitasnya gimana. Pedagang tidak bisa menunjukan dokumen makanya kita stop. Kalau tidak jelas nanti dikawatirkan dari sapi yang mati (bangkai sapi)," kata Suherman.

Sementara itu selain mengintrogasi oknum pedagang daging biru, Suherman menyatakan, pemeriksaan lapangan terkait timbangan milik pedagang pasar.

Pemeriksaan timbangan melibatkan Disperindag Tenaga Kerja Kabupaten Bangka dan Kementrian Perdagangan RI.

"Ada tiga pedagang yang tidak tera timbangannya. Kemarin kan sudah ditera, sebulan lalu. Tapi alasannya timbangan baru. Kalau baru nanti tetap harus ditera lagi," tegasnya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved