Ini Alasan Kenapa Monumen Pembentukan Provinsi Bangka Belitung di Tanjung Kelayang

Pembentukan monumen perjuangan Bangka Belitung, Rabu (6/6/2018) telah di sepakati di Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Ini Alasan Kenapa Monumen Pembentukan Provinsi Bangka Belitung di Tanjung Kelayang
Bangka Pos / Disa Aryandi
Forum Presedium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung, Pjs Bupati Belitung dan Gubernur Bangka Belitung, Rabu (6/6/2018) ketika melakukan pengecekan ke lokasi pembangunan monument 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Pembentukan monumen perjuangan Bangka Belitung, Rabu (6/6/2018) telah di sepakati di Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Presedium membentuk monumen itu, sebagai bentuk mengawal semangat Bangka Belitung menjadi Provinsi.

Tentunya semangat itu harus dilarutkan kepada generasi selanjutnya. Lokasi Tanjung Kelayang ditetapkan, lantaran tempat tersebut merupakan lokasi ikrar pembentukan Provinsi Bangka Belitung yang telah di cetus oleh Bupati Belitung, Bupati Bangka dan Walikota Pangkalpinang.

"Termasuk bersama - sama dengan sesepuh - sepeuh terdahulu. Itu sudah tercetus dari tahun 71 an, nah waktu saya anggota DPR RI itu diteruskan dan sambut di senayan," kata Darmansyah Husein, Ketua Forum Presedium Pembentukan Provinsi Bangka Belitung kepada posbelitung.co, Rabu (6/6/2018).

Presedium tersebut perlu, kata mantan Bupati Belitung dua periode tersebut, mengingat perlu adanya warisan kebersamaan tetap hidup di negeri serumpun sebalai.

"Karena provinsi ini Kepulauan Bangka Belitung, bukan Bangka dan Belitung. kenapa dibilang kepulauan, karena ada lebih dari 300 pulau yang ada disini dan itu semua terdapat penduduk," ujarnya.

Monument itu, lanjut Darmansyah, perlu di wujudkan di lokasi ikrar pembentukan Provinsi Babel. Ide dasar pembuatannya dari kesepakatan tiga pilar daerah yaitu Belitung, Bangka dan Pangkalpinang.

"Tiga pilar ini didalam nya ada tujuh kabupaten/kota. Kenapa lokasi nya di Tanjung Kelayang, karena ikrar nya di Tanjung Kelayang pada saat itu," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved