Breaking News:

5 Negara Ini Terapkan Pajak 'Konyol' Pada Warganya, Bernapas di Bandara Pun Harus Bayar Rp 280 Ribu

Apa yang tidak kita sadari adalah bahwa beberapa negara memberlakukan pajak konyol pada warganya.

Istimewa
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Hanya ada dua hal yang pasti di dunia ini terutama ketika kita hidup di sebuah negara, yaitu kematian dan pajak.

Satu fakta yang sering diabaikan tentang kalimat kematian dan pajak adalah bahwa "pajak" berbentuk jamak sementara "kematian" dalam bentuk tunggal.

Alasannya sangat jelas.

Kita mati sekali tetapi membayar pajak berulang kali.

Baca: Bahagianya Nia Anggia Adik Jupe Bersama Bule Ganteng, Suami Idaman yang Sayang Anak

Seringkali, kita bahkan diharuskan membayar beberapa pajak sekaligus.

Apa yang tidak kita sadari adalah bahwa beberapa negara memberlakukan pajak konyol pada warganya.

Dan bagi kita yang sudah membayar satu pajak tidak masuk akal atau yang lain, kita mungkin melebih-lebihkan betapa gilanya itu.

Tunggu saja sampai kamu membaca tentang pajak konyol yang dibayarkan di negara lain, seperti dilansir TribunTravel.com dari laman listverse.com.

Baca: Tuah PSG 2 Kali Antar Timnas Brasil Juarai Piala Dunia 2018, Bisakah Neymar Mengulanginya?

1. Media Sosial - Uganda

Media Sosial
Media Sosial (pixabay)

Uganda memperkenalkan pajak media sosial pada 1 Juni 2018.

Pajak yang sangat kontroversial mengharuskan warga yang menggunakan situs media sosial dan aplikasi seperti Whatsapp, Facebook, dan Twitter untuk membayar 200 shilling setara Rp 700 rupiah per hari penggunaan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved