Serahkan Ratusan Lembar Dokumen Pelanggaran HAM ke Presiden, Sumarsih Masih Kecewa!

Orang tua mahasiswa Atma Jaya korban Tragedi Semanggi-Trisakti I tahun 1998, Maria Katarina Sumarsih meminta izin untuk mengambil catatannya

Serahkan Ratusan Lembar Dokumen Pelanggaran HAM ke Presiden, Sumarsih Masih Kecewa!
Tribunnews.com/Gita Irawan
Suami Maria Katarina Sumarsih tengah memegang sebuah poster terkait tragedi Semanggi-Trisakti Mei 1998 di ruang tamu rumahnya di kawasan Meruya Jakarta Barat pada Senin (11/6/2018) 

BANGKAPOS.COM -- Orang tua mahasiswa Atma Jaya korban Tragedi Semanggi-Trisakti I tahun 1998, Maria Katarina Sumarsih meminta izin untuk mengambil catatannya terlebih dahulu setelah mempersilahkan Tribunnews.com duduk di ruang tamu rumahnya pada sore itu.

Ia pun sempat meminta suaminya Arief Priyadi untuk bergabung ke ruang tamu rumah berlantai dua di kawasan Meruya Jakarta Barat tersebut.

Setelah kembali, ibu dari alm. Bernardus Realino Norma Irawan alias Wawan yang tewas tertembak di dada oleh peluru tajam aparat pada 1998 itu membawa beberapa lembar kertas HVS dan meletakannya di meja kayu berlapis kaca.

Baca: Kembali jadi Sorotan Unggahan Foto Doyok Dalam Pesawat Jadi Perbincangan Warganet

Di antaranya ada salinan dokumen yang diserahkan langsung ke tangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Kamis (31/5/2018) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Inisiator aksi Kamisan itu menceritakan bahwa setiap aksi Kamisan sejak Presiden Jokowi kampanye dalam Pilpres 2014 dirinya selalu membawa dua buah tas.

Tas pertama berisi perlengkapan pribadinya dan tas kedua berisi dokumen-dokumen lengkap perihal enam peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang ditulis dalam Visi, Misi, dan Program Aksi Jokowi-JK antara lain Kerusuhan 13 sampai 15 Mei 1998, Tragedi Trisakti-Semanggi I dan II, Penghilangan Paksa terhadap 13 orang aktivis, peristiwa Talang sari - Lampung, Peristiwa Tanjung Priok, dan Tragedi 1965.

"Waktu itu kan Pak Jokowi terkenal suka blusukan. Saya mikirnya sewaktu-waktu Pak Jokowi tiba-tiba datang dan bertemu kami. Jadi dokumen itu bisa langsung saya serahkan. Tahunya nggak," kenang Sumarsih kecewa.

Meski Sumarsih kecewa karena tidak bisa menyerahkan dokumen itu di depan Istana Merdeka Jakarta Pusat ketika melakukan aksi Kamisan bersama para keluarga korban lain yang mengatasnamakan Jaringan Solidaritas Korban Untuk Kemanusiaan (JSKK), namun Sumarsih akhirnya bisa menyerahkannya langsung ke tangan Jokowi di Istana Negara bersama 20 perwakilan dari korban enam peristiwa pelanggaran HAM berat.

Baca: Begini Penjelasan Hukum Zakat Fitrah Dengan Uang Serta Waktu yang Tepat Membayarnya

Beberapa perwakilan keluarga korban yang datang bersama Sumarsih antara lain istri dari aktivis HAM Munir Said Talib dan yang mendampingi adalah Sandyawan dari Jaringan Relawan Kemanusian (JRK).

Sementara selain Jokowi yang menerima mereka dari pihak Istana antara lain Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan TNI Moeldoko, Juru Bicara Presiden Johan Budi, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved