Umat Islam itu Bersikap Lemah Lembut dan Bijaksana Bukan Radikal

Manusia yang beriman dan bertakwa menegaskan rasa keimananya melalui kalimat Laillahaillah

Umat Islam itu Bersikap Lemah Lembut dan Bijaksana Bukan Radikal
Ist
Suasana Salat Ied Idul Fitri di Masjid Agung Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pada Hari Pertama Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, Jumat (15/6/2018) di Sungailiat dan sekitarnya di warnai dengan hujan lebat yang turun sekitar jam 04.45 WIB subuh hingga baru berhenti sekitar 07.45 WIB.

Bahkan sejak jam 05.30 WIB hari pertama lebaran ini disertai dengan padamnya listrik PLN. Kondisi ini menyebabkan tidak eterdengarnya suara takbir, tahlil dan tahmid yang biasa berkumandang dari pengeras suara di masjid-masjid saat momen lebaran ini.

Suasana Salat Ied Idul Fitri di Masjid Agung Sungailiat juga tak seramai pada saat momen lebaran biasanya. Kali ini hanya sedikit jamaah yang datang ke Masjid Agung. Jamaah yang datang hanya memenuhi ruangan di dalam dan teras masjid.

Biasanya para jamaah memenuhi setiap ruang hingga di tenda yang disediakan di halaman masjid bahkan hingga ke halaman depan masjid.

Pada Salat Ied Idul Fitri di Masjid Agung ini bertindak sebagai imam Ustadz Yusuf Mujarobi dan khotib oleh Prof DR Hatamar MA.

Dalam kutbahnya, Hatamar mengingatkan umat muslim makna tentang makna puasa di Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dimana takbir, tahlil dan tahmid berkumandang ke seluruh penjuru dunia memuji keagungan, kebesaran dan kemurahan Allah SWT.

"Manusia yang beriman dan bertakwa menegaskan rasa keimananya melalui kalimat Laillahaillah, mewujudkan keseragaman itu dalam wujud persatuan yang kokoh dan gerak langkah yang terorganisir untuk membangun umat sekaligus menegakan syiar agama Islam yang rahmatan lilalamin. Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam ," ungkap Hatamar.

Puasa ramadan merupakan kewajiban umat Islam yang dilakukan penuh keikhlasan dan penuh keimanan tanpa pamrih sehingga Allah memberikan keampunan atas segala dosa dan salah.

Menurutnya, Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan karena satu bulan melaksanakan puasa ramadan. Dimana dengan berpuasa orang bisa merasakan kehidupan fakir miskin yang selama ini menahan lapar haus karena tak mampu untuk membeli makanan dan minuman.

Untuk itu Hatamar juga mengingatkan umat Islam agar saling berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu dengan membayar zakat, infaq dan sadaqoh.

"Rasa benci, rasa dendam, merusak atau destruktif memfitnah, prasangka jahat dan konspirasi jahat dan sifat jahat lainnya adalah sifat dan sikap yang dilarang bagi orang yang berpuasa. Orang yang puasa dengan sebenarnya, tidak menyampaikan buah pikirannya seperti orang-orang yang radikal tetapi dengan penuh kebijaksanaan dan lemah lembut tetapi tetap tegas dan tidak radikal," ungkap Hatamar.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved