Road to Election 2018

Prof Udin Siap Letakkan Batu Pertama Pabrik Zirkon

Sebagai langkah awal, Prof Udin memastikan lokasi pembangunan pabrik zirkon di kawasan Ketapang.

Prof Udin Siap Letakkan Batu Pertama Pabrik Zirkon
Istimewa
Calon Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin saat meninjau lokasi pabrik dan persiapan pembangunan pabrik pemurnian Zirkon dan Ilmenit di Kawasan Industri Ketapang, Pangkalpinang, Senin (18/6). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Calon Wali Kota Pangkalpinang, Prof H Saparudin, MT PhD tak diduga langsung bergerak bagi masyarakat melalui proses program kerja unggulannya yakni penciptaan ribuan lapangan kerja baru di Pangkalpinang.

Sebagai langkah awal, Prof Udin memastikan lokasi pembangunan pabrik zirkon di kawasan Ketapang.

Bersama tim, mitra dan relawannya, Prof Udin langsung meninjau lokasi yang akan menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat Pangkalpinang terkait tingkat pengangguran dan sulitnya mencari kerja, Senin (18/6) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Prof Udin menegaskan alasannya memilih kawasan tersebut karena sangat cocok dengan rencana yang sudah disusunnya.

"Wilayah ini merupakan kawasan industri, advice planning atau rencana tata kota/kabupaten yang ingin membangun sudah ada dari Pemkot, kawasan ini bisa dibangun pabrik zirkon dan ilminit. Apalagi kawasan ini juga sudah banyak dibangun pabrik," jelas Prof Udin.

Menurutnya, dengan sudah terpenuhinya segala standarisasi yang diharapkan, dirinya siap mendirikan pabrik zirkon dan ilminit dalam waktu dekat.

"Rencananya akan ditandai dengan peletakan batu pertama. Perizinan pembangunan sudah ada, harapan saya kawasan industri ini nantinya akan berteknologi tinggi dan ramah lingkungan," ungkapnya.

Dirinya juga meyakinkan masyarakat Pangkalpinang terkait realisasikan programnya telah melalui semua tahapan yang diatur oleh Undang-undang. Sehingga diakuinya, tidak asal melangkah.

"Seperti Perizinan surat izin usaha pengolahan pemurnian sudah keluar dari BKPM Pusat beberapa bulan lalu," tegasnya.

Ia memastikan secara otomatis keterbukaan lapangan kerja akan terealisasi saat pabrik selesai dibangun.

"Bisa menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja secara bertahap, belum lagi pekerja tidak tetap," kata Prof Udin.

Diakuinya, pengelolaan pabrik akan dilaksanakan secara profesional.

"Ke depan kita harus punya badan pengelola kawasan industri namanya. Ini akan betul-betul kita optimalkan, biar investor mau ke sini mencari lokasi dengan kemudahan, perizinan, fasilitas infrastruktur misalnya air, listrik. Ini baru satu mudah-mudahan ada beberapa pabrik lain," harapnya. (*/bow)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved