Wanita Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba Selamat karena Peluk Helm

Kapal kayu yang bertujuan membawa wisatawan ini mengalami kecelakaan akibat cuaca yang buruk.

Wanita Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba Selamat karena Peluk Helm
Facebook
Korban selamat KM Sinar Bangun yang dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga, Pangururan, Sumut. 

BANGKAPOS.COM, SIMALUNGUN - Kapal Sinar Bangun yang tengah melaju dari Simanindo menuju Tigaras terbalik di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.30 WIB sore.

Kapal kayu yang bertujuan membawa wisatawan ini mengalami kecelakaan akibat cuaca yang buruk. Saat itu ombak besar dan angin yang sangat kencang. 

Basarnas yang berjaga di Pelabuhan Tigaras mengevakuasi empat orang korban. Dari empat orang, satu meninggal dunia. Sementara, Basarnas yang berjaga di Pelabuhan Simanindo Samosir menemukan 15 korban. 

Juwita Sumbayak, korban yang selamat terus menangis saat tim medis memberikan makanan dan obat untuknya. Ia terus menangis memanggil anaknya dan 18 keluarganya yang masih hilang. 

Juwita yang menangis sambil berselimut mengungkapkan peristiwa ini terjadi lantaran penumpang over kapasitas. Ia menjelaskan ada sekitar 200 penumpang yang ikut dalam perjalan tersebut.

Saat angin kencang menghempas, kapal oleng ke sebalah kanan. Ombak yang cukup tinggi menggoyangkan kapal sampai terbalik. Juwita mencoba menyelamatkan diri dengan mememeluk helm untuk dapat mengapung. 

"Ngeri loh, ngeri. Aku sebenarnya sudah pasrah. Saya selamat karena kupegang helm. Aku pun udah gak mau lagi selamat. Udah pasrah mau mati saja,"ujarnya. 

Juwita juga mengungkapkan seluruh penumpang berhamburan menceburkan diri ke danau. Bahkan, sambil menangis Juwita menceritakan melihat gelimpangan mayat terombang-ambing. 

"Ketika saya terombang-ambing ada kapal feri yang datang. Mereka memberikan tali untuk saya. Makanya aku selamat,"ujarnya. 

Juwita juga menjelaskan ada 18 keluarganya yang masih belum ditemukan. Kapal terbalim setelah 22 menit lepas dari dermaga. 

"Kami melaju sekitar 22 menit sudah terjadi. Anakku, sama suamiku masih di sana. Merek gak bisa berenang,"pingkasnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Selamat karena Peluk Helm, Korban KM Sinar Bangun Menangis Sembari Memanggil Nama Anak dan Suaminya, http://medan.tribunnews.com/2018/06/19/selamat-karena-peluk-helm-korban-km-sinar-bangun-menangis-sembari-memanggil-nama-anak-dan-suaminya.
Penulis: Tommy Simatupang 

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved