DLHD Babel Sudah Koordinasi dengan Bupati Bateng terkait TPA Regional

Terkait TPA regional, satu minggu sebelum ebaran kami sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Bangka Tengah

DLHD Babel Sudah Koordinasi dengan Bupati Bateng terkait TPA Regional
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Overkapasitas- Plang pemberitahuan mengenai pembebasan lahan di TPA Paritenam pada Selasa (19/6/2018). Pembebasan lahan ini dinilai sebagai upaya untuk memperpanjang usia TPA Paritenam yang diperkirakan hanya akan sanggup menampung sampah kota Pangkalpinang hingga dua atau tiga tahun mendatang. TPA Paritenam dinilai sudah tidak laik karena terletak dekat dengan Kota Pangkalpinang dan kerap menimbulkan bau tak sedap hingga ke pemukiman warga dan bandara Depati Amir. Hingga saat ini belum ada kepastian di mana dan kapan TPA Regional akan dibangun. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Kurniawan mengatakan, pihaknya baru-baru ini telah berkoordinasi dengan Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh.

Koordinasi itu terkait rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional.

"Terkait TPA regional, satu minggu sebelum lebaran kami sudah berkoordinasi dengan Pak Bupati Bangka Tengah yang intinya tentang rencana penetapan lokasi TPA regional oleh Pemkab Bateng," kata Eko dihubungi Bangka Pos, Rabu (20/6/2018).

Dia menjelaskan, jika sudah ditetapkan, tahapan rencana pembangunan akan dilanjutkan dengan penyampaian ke Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Kementerian Pekerjaan Umum guna membuat studi kelayakan, pembuatan Detail Enginering Design (DED), dan tahapan sejenisnya. 

Pembangunan baru dapat dilaksanakan oleh Kementerian PU setelah seluruh administrasi beres.

"Termasuk status lahan, atau ganti rugi. Pada prinsipnya, untuk tahap awal ini pemprov terus berkoordinaai dengan Pemkab Bateng terkait kesiapan lahannya dulu," ujar Eko.

Rencananya, lokasi di Bateng yang diplot untuk TPA Regional terletak di antara Desa Sungkep dan Desa Celuak.

Eko optimistis rencana ini dapat terealisasi.

"Untuk sementara masih seperti rencana awal. Kami berharap dan optimistis Pak Bupati dapat membantu terkait lokasi ini," ujarnya.

TPA Paritenam yang saat ini dinyatakan telah berusia 30-an tahun over kapasitas. 

Saat ini TPA Paritenam hanya mampu menampung sampah hingga dua atau tiga tahun mendatang. 

Pemkot Pangkalpinang berencana melakukan pembebasan lahan di sekitarnya untuk perluasan lahan dan dianggap dapat memperpanjang usia TPA.

Meski demikian, TPA Paritenam tetap dinilai sudah tak layak sebab kerap menimbulkan bau tak sedap hingga ke pemukiman warga di radius dua kilometer dan bahkan hingga ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved