Harga Lada Murah Tim Resi Gudang Gencar Sosialisasi Titipkan Lada di Resi Gudang

Ketua Tim Resi Gudang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayodandari tak menampik harga lada di Babel terus menurun.

Harga Lada Murah Tim Resi Gudang Gencar Sosialisasi Titipkan Lada di Resi Gudang
Dok/Bapos
Ketua Dewan rempah Indonesia Babel, Bayodandari 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Tim Resi Gudang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayodandari tak menampik harga lada di Babel terus menurun. Namun, ia juga menyayangkan masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan resi gudang yang diyakini menjadi salah satu cara agar fluktuasi harga tidak terlalu tinggi.

"Memang harga lada kurang menggembirakan, di Belitung Rp 40 di Bangka 50 ribu/kg. Kita sudah terus sosialisasikan kepada petani untuk menitipkan ke resi gudang dan mereka juga bisa mendapatkan uang tanpa harus menjualnya langsung dengan harga itu," kata Bayo, Rabu (20/6/2018).

Saat ini Babel memiliki dua gudang yakni gudang di Puding dan gudang di Sungai Selan. Dibentuknya resi gudang ini menurutnya untuk menanggulangi saat musim panen seperti ini. Sehingga tidak terjadi fluktuasi harga yang terlalu tajam.

Menurutnya, saat ini sudah ada peningkatan petani yang menitipkan lada di gudang. Namun, ini masih perlu edukasi yang gencar agar petani tidak menyimpan lada di rumah melainkan di gudang dan tetap bisa mendapatkan modal.

"Disimpan di resi gudang tidak ribet, petani juga bisa mendapatkan uang 80 persen uang dari lada yang dititipkan dari harga yang berlaku pada saat penitipan," ujarnya.

Ia menyebutkan, pihaknya juga memberikan layanan jemput lada jika masyarakat merasa jauh untuk datang ke gudang. Bayo menegaskan sistem yang diterapkan dalam resi gudang dibuat semudah mungkin bagi petani, namun memang ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar lada bisa masuk gudang ialah tingkat kekeringan, kadar air tidak boleh lebih dari 12-13 persen.

"Kita jemput bola untuk memberikan kemudahan ke petani, mereka tinggal telpon untuk dilakukan uji dulu. Nanti turun pagi hasilnya sore, kalau sudah memenuhi syarat lada bisa dijemput, kalau belum memenuhi syarat disampaikan ke petani. Ini enggak ruwet seperti yang dibayangkan petani, karena belum mencoba saja," katanya.

"Nanti petani ketemu dengan pengurus dibuatlah resi yang berisi banyak minimal ini satu resi 200 kg, kalau kurang itu dititipkan pada yang memenuhi syarat. Resi ini nanti ditukarkan dengan uang, banyaknya yang ditukarkan 80 persen dari jumlah biji lada dikali harga waktu titip," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved