Potensi Karhutla di Bangka Sekitaran Bulan Agustus dan September

Di wilayah Indonesia umumnya dan Babel khususnya yang biasanya akan memperparah kekeringan

Potensi Karhutla di Bangka Sekitaran Bulan Agustus dan September
Bangkapos/Yudha Palistian
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Klas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menghadapi musim kemarau yang sudah masuk tahun ini, BMKG meminta kewaspadaan di daerah-daerah yang rentan terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

"Potensi karhutla (kekringan dan kebakaran hutan)  pada saat musim kemarau khususnya pada bulan Agustus dan september yg merupakan puncak dr musim kemarau memang selalu ada," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Klas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji, Jumat (22/6/2018).

Kurniaji juga menambahkan,  namun pada tahun ini fenomena El Nino berada pada fase normal sehingga kmungkinan tidak ada terjadi penambahan panjangnya musim kemarau.

"Di wilayah Indonesia umumnya dan Babel khususnya yang biasanya akan memperparah kekeringan dan memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan, dengan demikian musim kemarau seperti rata-ratanya di wilayah Babel selama 20 - 30 tahun ke belakang," jelasnya.

Itu hanya akan berjalan selama 4 bulan saja yaitu dr bulan yaitu Juni - September saja karena Bulan Oktober wilayah Babel sudah sudah mulai memasuki pancaroba (Kemarau ke Hujan) dan November biasanya sudah kembali memasuki musim penghujan.

"Saat ini Bangka Belitung sudah resmi memasuki musim kemarau sejak dasarian ke II yakni dari tanggal 11 juni lalu," jelasnya.

Ia juga menambahkan,  untuk puncak kemarau akan terjadi Agustus-September 2018 dan berakhir pada November 2018.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved