Presenter Berita Ini Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Membacakan Kebijakan Donald Trump yang Baru

Pemerintahan Trump baru saja mengirim bayi dan anak-anak ke Texas Selatan," ujar Rachel ketika membaca beritanya

Presenter Berita Ini Tak Kuasa Tahan Tangis Saat Membacakan Kebijakan Donald Trump yang Baru
WONKETTE.COM
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Putrie Agusti Saleha

BANGKAPOS.COM--Reporter sebuah stasiun Televisi Amerika Serikat, Rachel Maddow tak kuasa menahan airmatanya ketika sedang membacakan berita di sebuah tayangan langsung berkaitan dengan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Donald Trump.

Dilansir dari akun instagram @indozone.id bahwa Donald Trump menguluarkan kebijakan baru yakni memisahkan anak-anak dari para imigran gelap dari orang tua mereka.

Rachel Maddow pada saat membacakan berita
Rachel Maddow pada saat membacakan berita (people.com)

Kemudian, anak-anak tersebut di tempatkan di kamp penampungan di Combes, Raymondville dan Brownsville di Texas Selatan.

"Pemerintahan Trump baru saja mengirim bayi dan anak-anak ke Texas Selatan," ujar Rachel ketika membaca beritanya sebelum ia terdiam dan mencoba menahan isaknya.

Selanjutnya ia melanjutkan membaca berita tersebut meskipun sambil terbata-bata dan menyudahi program tersebut lebih awal.

Selanjutnya Rachel menyampaikan permohonan maafnya melalui akun twitternya.

"Adalah pekerjaan saya untuk membacakannya di televisi. Namun saya tidak sanggup untuk membacanya, sekali lagi saya minta maaf," tulisnya.

Berdasarkan investigasi dari kuasa hukum dan penyedia layanan kesehatan yang mengunjungi tempat penampungan tersebut, ruang bermain dan sekolah untuk anak-anak pra-sekolah dalam keadaan "krisis".

Adanya kebijakan "toleransi nol" membuat siapa saja yang melintas perbatasan secara ilegal akan ditangkap dengan tuduhan kriminal.

Dan yang membawa serta anggota keluarganya akan dipisahkan dari anak-anaknya.

Terhitung sebanyak 2.300 anak-anak yang telah berada di penampungan sejak kebijakan tersebut diimplementasikan.

Anak-anak yang dipisahkan dari keluarga dan kerabatnya tersebut tinggal di pusat penampungan dengan tidur beralaskan tikar di lantai beton dengan dikelilingi pagar yang mirip kandang. (*)

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved