Destinasi Wisata 1000 Bagan, Nelayan Babar Tolak KIP di Rambat

Forum Nelayan Pesisir Bangka Barat menolak adanya penambangan timah Kapal Isap Produksi di perairan Desa Rambat

Destinasi Wisata 1000 Bagan, Nelayan Babar Tolak KIP di Rambat
Dok/Bapos
Ketua Pansus Tambang, Bong Ming Ming 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 15 perwakilan masyarakat desa yang tergabung dalam Forum Nelayan Pesisir Bangka Barat menolak adanya penambangan timah Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan Desa Rambat, Kabupaten Bangka Barat.

Penolakan ini sudah mereka sampaikan melalui aksinya pada Sabtu (23/6/2018) kemarin. Mereka menolak keberadaan KIP tersebut karena kawasan tersebut merupakan daerah tangkap ikan nelayan dan juga masuk dalam kawasan destinasi wisata 1000 bagan.

Bong Ming Ming anggota DPRD Babel dapil Bangka Barat kepada kepada bangkapos.com, Senin (25/6/2018) mengatakan dukungan penolakan KIP di perairan rambat terus mengalir.

Saat ini sudah sebanyak 15 desa di Bangka Barat yang menyatakan dukungan penolakannya.

“Saat ini sudah ada 15 desa yang menolak KIP khususnya di perairan Desa Rambat. 15 desa tersebut merupakan nelayan yang terdampak KIP. Mereka tak mau perairan mereka dijadikan tambang dan merusak wilayah tangkap ikan nelayan,” ujar Bong Ming Ming.

Lanjut Bong Ming Ming, penolakan KIP khusus di desa Rambat cukup beralasan. Pasalnya daerah tersebut sudah dijadikan sebagai destinasi wisata 1000 bagan.

Kemudian profesi masyarakat setempat rata-rata adalah nelayan. Karena menggantungkan hidup dari laut sebagai nelayan, mereka menolak keberadaan KIP di Desa Rambat.

Tak hanya itu. Desa Rambat dan sekitarnya salah satu daerah di Bangka Barat yang menyuplai ikan labak (ikan teri) terbesar di Pulau Bangka.

15 desa yang menolak KIP di perairan Rambat dan tergabung dalam Forum Nelayan Pesisir Bangka Barat meliputi, Desa Air limau, Desa Rambat, Desa Mayang, Desa Simpang Gong, Desa Pangek, Desa Air Nyatoh, Desa Bebuar, Desa Sungaibuluh, Desa Jebus, Desa Kundi, Desa Bukit Terak, Desa Air Menduyung, Desa Belo Laut, Desa Simpang Tiga, Desa Plangas dan Desa Peradong.(*)

Penulis: Hendra
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved