Peran Pers Sebagai 'Penenang' Pilkada Serentak 2018

Berbagai elemen harus ikut serta menjaga agar situasi kamtibmas saat proses tahapan menjelang dan sesudah Pilkada.

Peran Pers Sebagai 'Penenang' Pilkada Serentak 2018
Istimewa
Ilustrasi 

Oleh Deddy Marjaya (Wartawan Bangka Pos)

SEGERA digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tidak dapat dipungkiri akan membuat suasana yang berbeda di Bangka Belitung.

Menyikapi hal tersebut, berbagai elemen harus ikut serta menjaga agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, tanpa harus bergantung dari upaya pihak Polri, walaupun Polri sendiri telah mengambil langkah-langkah antisipasi dengan berbagai persiapan matang dalam setiap menghadapi berbagai momen pesta demokrasi.

Kondisi ini juga harus menjadi perhatian nagi industri media. Para jurnalis maupun pimpinan media harus jeli memilih dan memilah setiap berita politik, agar tak menimbulkan efek negatif yang bisa memanaskan suasana.

Bukan tidak mungkin, akibat pemberitaan yang cenderung tendensius dan menyudutkan pihak lain, bisa menimbulkan permasalahan baru.

Pertanyaannya bagaimana langkah bijak yang harus diambil oleh media massa, baik media online, televisi, maupun media cetak dan radio dalam menghadapi situasi politik ini?

Ya tentu saja, media masaa harus mengambil posisi sebagai "obat penenang" dalam pilkada. Artinya, setiap pemberitaan yang akan dimuat harus benar-benar ditelaah.

Jangan sampai berita- berita yang menyudutkan pihak lain dan mengandung unsur penghinaan bisa terbit atau muncul sehingga akan menjadi bom waktu yang mengakibatkan terganggunya kamtibmas.

Berita yang diturunkan sudah harus melalui sebuah mekanisme penyaringan dan editing dan memenuhi kaidah jurnalistik.

Media massa juga diharapkan tidak menjadi sebuah corong kepentingan dan tidak bersikap netral.

Halaman
123
Penulis: deddy_marjaya
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved