Robot ROV Berhasil Kaitkan Tali ke Bangkai KM Sinar Bangun, Robot-robot Canggih Didatangkan

Tim SAR telah berhasil mengkait kapal KM Sinar Bangun dengan tali kecil menggunakan robot penyelam ROV.

Robot ROV Berhasil Kaitkan Tali ke Bangkai KM Sinar Bangun, Robot-robot Canggih Didatangkan
TRIBUN MEDAN
Tim SAR gabungan saat hendak menerjunkan Robot ROV untuk menyelam ke dasar Danau Tiba untuk mengambil visual korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun. 

Ia menceritakan, saat tengah mencari dan menyisir helikopter yang juga tenggelam di danau ini, pihaknya sempat kesulitan karena keberadaan ganggang tersebut.

Helikopter itu juga tak terlihat dari permukaan air danau. Kemudian KNKT menarik helikopter ini menggunakan semacam jangkar dan ditarik menggunakan kapal boat ternyata ada tanaman itu yang terbawa dengan panjang sekitar 60 meter. ''Ada yang batangnya mencapai sebesar jempol,'' katanya.

Belum lagi kendala luasnya danau. Ia menyebut luas Danau Toba jika diukur jarak ibarat satu mobil melakukan perjalanan darat mengelilingi tempat ini dan kembali ke tempat yang sama membutuhkan waktu sekitar 14 jam.

Disinggung mengenai mengangkat semua ganggang ini untuk mempermudah penemuan mayat dan bangkai kapal, ia menyebut mustahil.

Baca: Satu Wakil Eropa Sudah Pasti di Semifinal; Spanyol, Rusia, Denmark ataukah Kroasia?

Menurutnya tanaman ini ada di banyak sudut Danau Toba. Mengenai kemungkinan menyelam dan mencari mayat penumpang atau bangkai kapal, ia juga pesimistis.

''Karena mayat ada di dasar danau yang kedalamannya sekitar 800 meter. Jadi tidak mungkin orang bisa menyelam dan mencari karena batas kedalaman orang bisa menyelam sampai 30 meter saja,'' katanya.

Jadi, ia pesimis mayat yang terletak di dasar danau bisa ditemukan. Pun demikian dengan bangkai kapal. Ia menganalogikan danau ini seperti hutan dan tanaman tersebut seperti pohon setinggi 60 meter.

''Begitu truk kalau jatuh ke hutan itu kalau dilihat dari atas kan hilang, tidak bisa terlihat. Cuma ini di dalam air,'' ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya menemukan bangkai KM ini dengan menyisirnya. Untuk mempermudah, pihaknya telah menerjunkan alat-alat bantuan dari Angkatan Laut (AL) hingga Badan SAR Nasional untuk survei underwater seperti scansonner, multipin AL.

''Selain itu, kami juga wawancara penumpang selamat, saksi, mengolah data awal, dan akan menganalisa di Jakarta. Jadi analisanya lebih akurat,'' katanya

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved