Breaking News:

Pencarian Korban di Danau Toba Dihentikan, Ternyata Hanya Sedalam ini Manusia Mampu Menyelam

Pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba dihentikan kemarin, Selasa (3/7/2018). Keputusan tersebut diambil

Editor: Evan Saputra
Thehindu.com
Kemampuan Manusia Menyelam 

BANGKAPOS.COM - Pencarian korban KM Sinar Bangun di  Danau Toba dihentikan kemarin, Selasa (3/7/2018).

Keputusan tersebut diambil pada hari ke-16 paska tenggelamnya kapal, setelah petugas bermusyawarah dengan keluarga korban.

Letak korban yang berada di dasar  Danau Toba menjadi rintangan yang tidak mudah untuk ditembus oleh tim penyelamat.

Tantangan terbesar SAR menyelam tidak lain dikarenakan tekanan air.

Dalam rekaman remotely operated vehicle (ROV) sendiri posisi bangkai kapal ditemukan di kedalaman 450 meter.

Tekanan air tersebut jika dirumuskan dan dikonversi memiliki arti bahwa setiap meter persegi permukaan tubuh penyelam akan mendapat tekanan dari air sebesar 45 ton. Wow!

Baca: Tak Banyak Yang Tahu, Syahrini Ternyata Pernah Jebloskan Dua Haters-nya ke Penjara

Baca: Harganya Mulai Dari Rp 75 Ribu, Ini 5 Panduan Membeli Tiket Pertandingan Asian Games 2018

Baca: Ini 7 Tips Memakai Fitur WhatsApp, Mulai Dari Blokir Hingga Membuat Group Video Call

Lantas hingga kedalaman berapa meter sebenarnya manusia menyelam?

Dilansir dari Live Science, pemegang rekor dunia untuk penyelam terdalam sejauh ini adalah Ahmed Gabr.

Pria asal Mesir itu berhasil menyelam hingga kedalaman 1.090 kaki 4 inci (332.35 meter) pada September 2014.

Jika diumpamakan, kedalaman 1.000 kaki sama dengan panjang tiga lapangan sepak bola dari ujung ke ujung.

Hal itu dilakukannya untuk membuktikan bahwa manusia dapat bertahan hidup di kedalaman laut seperti itu.

Gabr telah melakukan aksinya ini di lepas pantai Dahab, Mesir.

Baca: Taurus Harus Bersabar, Leo Fokus, Simak Ramalan Zodiak Hari Ini 5 Juli 2018

Baca: Bisa Diabetes, Ini yang Terjadi Pada Tubuh Jika Mengonsumsi Susu Kental Manis

Dia hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit untuk mencapai kedalaman dengan bantuan tali khusus yang dia bawa dari permukaan.

Namun, perjalanan kembali ke permukaan membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 15 jam.

Untuk kembali terlalu cepat dari kedalaman laut dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan.

Seperti penyakit dekompresi (juga dikenal sebagai tikungan) dan narkosis nitrogen dari kelebihan nitrogen di otak, hal yang dihindari oleh Gabr.

Untuk aksinya pemecahan rekor ini rupanya Gabr telah berlatih selama empat tahun sebelumnya.(*)

Baca: Tak Hanya Menpora, Malaysia Juga Jadikan Perempuan Muda Ini Menteri Teknologi

Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved