Sudah Mulai Dukung ICDX, Gubernur Minta ICDX Berikan Manfaat Langsung Pada Masyarakat

mudah-mudahan para produsen dapat lebih memberikan manfaat bagi masyarakat Babel, tidak saja mengambil hasil

Sudah Mulai Dukung ICDX, Gubernur Minta ICDX Berikan Manfaat Langsung Pada Masyarakat
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Foto bersama Halalbihalal Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), di Novotel Bangka Tengah, Kamis (5/7). 

Menurutnya, untuk membangun Babel, tidak hanya dilakukan pemerintah saja. Melainkan juga harus bersinergi dengan semua pihak termasuk ICDX.

"Kita bersinergi untuk membangun Babel, jangan hanya mengambil hasilnya saja tanpa memberikan sesuatu yang bermanfaat, bentuk kontribusinya itu kita serahkan ke mereka, kalau kita Pemerintah memberi jalan dan memfasilitasi misalnya tolong bangun itu, bangun ini," tambahnya.

Ia tak menampik, tak ada aturan yang membuat ICDX harus memberikan bantuan kepada masyarakat Babel, namun menurutnya ini seharusnya menjadi tanggungjawab moral lantaran barang yang diperdagangkan berasal dari Babel.

"Dalam kondisi sekarang semua produsen menjual ke bursa, kalau misalnya kita sudah berusaha memberikan pengertian entah bursa baru ternyata lebih banyak memperbaiki pola dan teknis di dalam ICDX, saya tidak bisa memaksa. Yang penting bagi saya ICDX memberikan manfaat untuk pembangunan masyarakat Babel tidak seperti yang lain. Saya tadi minta memang tidak ada aturan provinsi bisa mendapatkan sesuatu dari ICDX, jadi harapannya hanya bisa minta tolong kalau misalnya mereka nolong kita, kita juga bisa membantu memfasilitasi membantu kelancaran perdagangan timah," katanya.

Sementara itu, Direktur ICDX, Lamon Rutten menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Babel yang telah mendukung ICDX sehingga dapat saling bersinergi.

"Terimakasih kepada Gubernur Babel dan instansi pemerintah terkait atas dukungan dan bantuannya sehingga ICDX terus bersinergi dengan terus bersatu melangkah bersama, membangun Babel sebagai pusat timah dunia," katanya.

Ia menyebutkan tahun 2018 merupakan tahun yang luar biasa bagi timah Indonesia. Menurutnya, negara ekspor semakin meluas dan menembus beberapa negera seperti Turki, Hungaria, Meksiko, Polandia dan Bulgaria dan peningkatan nilai eksp ke Hongkong dibandingkan tahun lalu.

"Dengan total value dari negara tersebut sebesar Rp 177 miliar. Untuk Hongkong dan Polandia juga meningkat secara tajam hingga mencapai 400 persen dengan value sebesat Rp 84 miliar," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan Singapura sebagai tujuan penyimpanan timah asal Indonesia, pada semester pertama tahun 2018 baru mencapai 37 persen dibandingkan total tahun lalu. Sehingga diperkirakan total ekspor ke Singapura tahun ini diperkirakan akan berkurang sebanyak 26 Persen.

"Tentunya hal inu menjadi bukti bahwa Singapura sudah tidak lagi menyandang gelar sebagai pusat penyimpanan timah dunia," katanya.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved