Breaking News:

Lagu Sedih Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Untuk mengenang para korban KM Sinar Bangun, musisi Batak menuangkannya ke sebuah lagu sebagai bentuk penguatan hati.

Editor: fitriadi
Istimewa
Para penumpang KM Sinar Bangun berenang menuju kapal penolong di Danau Toba. 

BANGKAPOS.COM - Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatara Utara pada hari Senin, 18 Juni 2018 lalu, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Kejadian juga meninggalkan kesedihan mendalam bagi seniman atau musisi dari tanah Batak.

Untuk mengenang para korban, mereka pun menuangkannya ke sebuah lagu sebagai bentuk penguatan hati.

Baca: Balita Penumpang KM Lestari Maju yang Karam Ditemukan Menangis Terombang-ambing Sendirian di Lautan

Lagu tersebut beredar melalui aplikasi whatsApp dan juga sudah ada terunggah ke youtube.

Suara musik serulingnya yang menakjubkan diikuti dengan suara khas Trio Batak.

Berikut Lagunya: 

Menanggapi lagu daerah dari karya musisi tanah Batak ini terhadap tragedi kemanusiaan di Danau Toba itu, Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Martuani Sormin sangat mengapresiasinya. Ia juga turut berduka atas musibah kemanusiaan tersebut.

"Di atas semua itu, kita sangat berduka atas musibah KM Sinar Bangun sebagai tragedi kemanusiaan. Semoga itu menjadi pelajaran berharga untuk semua stake holder, untuk memperbaiki dan merevisi semua moda transportasi laut, perairan, danau, dan sungai di Indonesia khususnya di Danau Toba," ujarnya.

Pencarian Resmi Dihentikan

Setelah 16 hari melakukan pencarian, tim dari Basarnas telah menutup pencarian terhadap 164 korban hilang KM Sinar Bangun, Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 15.00WIB sore.

Tim Basarnas dengan personel TNI AD dan Polisi melaksanakan penutupan dengan berbaris di pinggir Danau Toba. Anggota Basarnas juga sudah membongkar tenda pasukan. Perahu karet dari Lantamal I Belawan juga sudah dibawa menggunakan truk.

Kepala Basarnas Medan, Budiawan yang memimpin upacara penutupan pencarian menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh personel yang bekerja kerasa selama 16 hari pencarian.

Budiawan memohon maaf jika selama tugas tidak memberikan pelayanan yang memuaskan. Ia mengharapkan seluruh masyarakat dapat lebih mencintai Danau Toba.

"Pencarian secara resmi ditutup. Mari kita jaga Danau Toba. Bahwa Danau Toba indah, jagalah dia. Tim basarnas gabungan mohon maaf selama tugas ada yang tidak pas,"ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved