Lagu Sedih Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Untuk mengenang para korban KM Sinar Bangun, musisi Batak menuangkannya ke sebuah lagu sebagai bentuk penguatan hati.

Lagu Sedih Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba
Istimewa
Para penumpang KM Sinar Bangun berenang menuju kapal penolong di Danau Toba. 

Tim Basarnas dengan personel TNI AD dan Polisi melaksanakan penutupan dengan berbaris di pinggir Danau Toba. Anggota Basarnas juga sudah membongkar tenda pasukan. Perahu karet dari Lantamal I Belawan juga sudah dibawa menggunakan truk.

Kepala Basarnas Medan, Budiawan yang memimpin upacara penutupan pencarian menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh personel yang bekerja kerasa selama 16 hari pencarian.

Budiawan memohon maaf jika selama tugas tidak memberikan pelayanan yang memuaskan. Ia mengharapkan seluruh masyarakat dapat lebih mencintai Danau Toba.

"Pencarian secara resmi ditutup. Mari kita jaga Danau Toba. Bahwa Danau Toba indah, jagalah dia. Tim basarnas gabungan mohon maaf selama tugas ada yang tidak pas,"ujarnya.

Budiawan memohon doa agar kedepannya pihaknya dapat berkarya lebih baik lagi. "Meski sudah ditutup, tim Basarnas yang bertugas di Parapat masih bersiaga mana tahu ada penemuan korban KM Sinar Bangun,"katanya.

Dibangun Monumen

Atas teragedi duka tersebut, Pemerintah Kabupaten Simalungun telah menetapkan membangun monumen tragedi KM Sinar Bangun di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (3/6/2018).

Baca: Teriakan Histeris, Pembantu Selamat, Inilah Sederet Fakta Anak Perempuan Mutilasi Ibu di Pontianak

Monumen ini akan menampilkan 188 nama korban KM Sinar Bangun termasuk yang selamat, meninggal dunia, dan hilang. Tak hanya nama, monumen itu juga akan menampilkan data tanggal lahir setiap korban.

"Monumen itu nantinya akan kita buat berbentuk kapal lengkap dengan nama, tanggal lahir. Kita jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Dengan hati yang rendah, kami perwakilan pemerintah menyampaikan turut berduka cita,"kata Bupati Simalungun, JR Saragih saat pertemuan dengan seluruh keluarga korban di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pemtangraya, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/6/2018).

Pertemuan yang juga dihadiri tim pencarian seperti Basarnas, TNI AL, dan polisi mengharapkan seluruh keluarga korban ikhlas kepergian korban. Selain tim pencarian, tokoh agama seperti pastor, pendeta, ustaz, dan suster juga memberikan khotbah kepada keluarga korban.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved