Antisipasi Kecelakaan Laut, Pemprov Babel Bakal Tata Pelabuhan Ilegal

di Sadai, Permis, Sungaiselan, Belinyu, ada Masyarakat atas kemauan mereka mengadakan usaha penyeberangan, itu tidak ada izin

Antisipasi Kecelakaan Laut, Pemprov Babel Bakal Tata Pelabuhan Ilegal
Bangka Pos/Krisyanidayati
Gubernur Babel Erzaldi Rosman. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berkaca dari kecelakaan kapal yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menata para pemilik kapal yang melakukan pelayaran melalui pelabuhan ilegal.

"Kejadian di Danau Toba banyak pelabuhan ilegal sama juga dengan di Babel yang ilegal di Sadai, Permis, Sungaiselan, Belinyu, ada Masyarakat atas kemauan mereka mengadakan usaha penyeberangan, itu tidak ada izin," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman akhir pekan lalu.

Erzaldi mengatakan pemerintah dilematis dalam hal ini, pihaknya tidak bisa sepenuhnya melarang lantaran ini menjadi mata pencaharian dan juga kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah enggak bisa melarang juga karena mereka butuh, sekarang kita mengkoordinasikan masalah rencana
induk pelabuhan disinilah kita antisipasi," kata Erzaldi.

Ia menyebutkan jika nantinya para pengusaha speed boat ini melakukan aktivitas penyebarangan melalui pelabuhan resmi, maka akan lebih mudah untuk diawasi dan keamanan masyarakat yang menggunakan angkutan ini lebih terjamin.

"Di Permis itu ada pelabuhan penyeberangan, nanti pengusaha speed boat itu harus berangkat dari pelabuhan itu, kalau mereka di pelabuhan resmi ada kondisi yang wajib mereka patuhi, seperti pelampung, bentuk kapal, jangan sampai kapal yang hanya muat 30 penumpang dimodifikasi buat bertingkat jadi 60 penumpang, dak jadi seperti ini," katanya.

Erzaldi menegaskan pihaknya tidak sepenuhnya bisa melarang, tapi akan melakukan penataan sehingga dapat meminimalisir berbagai resiko.

"Kita harus melarang tapi mereka butuh, enggak bisa juga kita. Ya, paling itu dalam rencana induk pengembangan pelabuhan kita libatkan mereka," katanya.

Untuk saat ini, pihaknya hanya bisa mengimbau agar para pengusaha kapal dan speed boat untuk menyediakan peralatan keselamatan.

"Intinya safety first, pelampung harus siap, jangan muatan berlebihan, tidak boleh membawa kendaraan bermotor," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved