Selasa, 21 April 2026

Disebut Durhaka, Ini yang Dilakukan Eza Gionino pada Ibunya, Tapi Tak Bisa Lepas dari Calon Istrinya

Eza, yang didampingi manager dan guru spiritualnya, memberi klarifikasi melalui konferensi pers.

Editor: Alza Munzi
kolase grid.id
Eza Gionino 

BANGKAPOS.COM -- Perseteruan artis sinetron Eza Gionino dengan sang ibunda, Ruch Gaya, yang tak merestui rencana pernikahannya dengan kekasih, Meiza Aulia Coritha masih berlanjut.

Eza, yang didampingi manager dan guru spiritualnya, memberi klarifikasi melalui konferensi pers.

Dilansir dari Kompas.com, ia menjelaskan bahwa tindakan kabur dari rumah itu dilakukan agar konflik dengan ibunya tidak semakin besar.

Karena itu, jika ibunda sempat bilang ia anak durhaka karena lebih memilih bertemu kekasihnya, ia tak terima.

"Saya pengin tanya, saya durhaka seperti apa. Konotasi durhaka, menurut saya, saya usir ibu saya dan semua orang dari rumah dan saya hidup dengan keinginan saya sendiri. Itu baru saya durhaka," kata Eza di sebuah restoran di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/7/2018).

Eza juga mengatakan kepergiannya tak sampai mengosongkan rumahnya dan meninggalkan ibunya dalam kondisi melarat.

Eza mengaku hanya membawa pakaian untuk keperluan syuting dan sebuah televisi (tv).

"Saya pergi dari rumah bukan berniat meninggalkan ibu saya, tidak. Ini saya sebagai anak di sini, saya tinggalin semua untuk bekerja," ceritanya.

"Saya kan waktu itu ada driver. Saya minta driver saya untuk mengangkat tv saya. Udah itu aja. Nggak lebih dari itu. Yang keluar cuma itu sama baju kerja. Dan tv buat hiburan saya, menenangkan pikiran saya," jelas Eza yang didampingi dua orang di sebelahnya.

Pria berusia 28 tahun itu mengaku sempat kebingungan memilih waktu yang pas untuk pulang ke rumah.

Sebab ia hanya ingin pulang ketika pikiran ibunya sudah tenang dan jernih.

"Saya bingung, apakah ini waktu yang tepat buat pulang. Saya berpikir, saya kan baru ninggalin rumah ini sebulan. Saya kasih mama waktu baru sebulan. Dan saya pikir setelah sebulan ini mama tuh udah agak tenangan sedikit," ujar Eza dikutip dari kanal YouTube Cumicumi, Rabu (11/7/2018).

"Seperti tadi yang saya bilang, saya hapal dan khatam sekali ibu saya seperti apa. Dia hanya butuh waktu sebentar untuk menenangkan pikirannya, baru di situ saya masuk dan menjelaskan," sambung Eza.

Ia pun langsung menyampaikan permohonan maaf pada ibunda di depan awak media.

"Sumpah Demi Allah ini dari hati. Eza minta maaf, sekali lagi Eza minta maaf. Eza ninggalin rumah itu bukan bermaksud apa-apa mah. Mamah boleh ngomong apa aja, mamah boleh bilang 'mamah mati nggak usah ngelihat mamah', nggak. Sampai kapanpun Eza anak mamah," jelas Eza sambil menitikkan air mata.

"Mamah yang tahu, Eza bagaimana dari dulu. Dan Eza nggak berubah mah. Tanggung jawab sepenuhnya, tetap Eza lakukan," sambungnya.

Karena permaasalahannya sudah tersebar di media massa, Eza meminta ibunya untuk meredam emosi dan mau membuka hati.

"Eza minta cuma satu mah, tolong buka hati mamah sedikit aja. Jangan emosi yang diutamakan. Sedikit aja mah," jelas Eza.

Ia pun meminta kesempatan dan restu pada ibunda untuk bisa menikahi perempuan pilihannya, Echa.

"Eza mau nikah mah. Eza tahu, mamah pasti berharap yang terbaik buat Eza. Semua orang pun begitu. Cuma tolong lah mah kasih Eza kesempatan, Eza mau nikah dengan pilihan Eza yang Insya Allah nanti dia juga akan sayang sama mamah. Dan dia akan mengarahkan ke jalan yang baik. Tolong doa restunya mah," papar Eza.

Di balik perseteruannya, ia mengaku sempat menghubungi ibunda saat lebaran dan minta maaf.

"Hari Sabtu, tanggal 16 Juni 2018. Minal aidzin walfaidzin mah, maafin kesalahan Eza selama ini. Semoga mamah diberikan kesehatan, berkah yang lebih lagi. Semoga mamah bisa buka hati mamah sedikit nantinya untuk Eza dan Echa. Amin," jelas Eza sambil menunjukkan pesannya ke depan kamera.

Lebih lanjut ia menduga ada pihak yang mengatur ibunya untuk mengeluarkan kata-kata demikian untuk dirinya dan mengumbarnya lewat media.

"Seperti yang saya bilang tadi, ini bukan kata-kata ibu saya. Saya yakin pasti ada orang di belakangnya, saya nggak tahu siapa. Dan saya berharap saya nggak akan pernah tahu orang itu siapa," kata Eza.

Jika tidak ada yang mengaturnya, ia mengajak ibunya untuk membuktikannya terlebih dahulu.

Ia menegaskan bahwa Echa tidak pernah memonopoli hidupnya.

"Kalau misalnya mamah memang merasa seperti itu, lihat dulu pembuktiannya seperti apa. Kalau misalnya dia, Echa, mengontrol hidup saya, memonopoli hidup saya, mengatur hidup saya. Pasti saya tinggalin," kata pemilik nama asli Muhammad Eza Pahlevi ini.

"Buat apa saya hidup dengan perempuan yang mengarahkan saya nggak benar. Buat apa?" tanya Eza.

Eza sendiri mempertahankan Echa karena yakin pada perempuan pilihannya itu.

"Kenapa saya pertahanin, karena saya yakin hidup saya akan maju dengan Echa dan ibu saya," papar Eza.

Terkait permintaan maafnya melalui konferensi pers, Eza mengatakan awalnya tak ada niatan untuk meramaikan masalah keluarganya seperti ini.

"Di sini kan saya judlnya meminta maaf ya. Tapi sekali lagi ini yang saya ingin sampaikan kepada kakak-kakak dan ibu saya. Di sini saya minta maaf itu lewat media. Nggak enak banget kan," jelas Eza.

"Seperti yang tadi saya bilang, sebenarnya, sejujurnya, niat saya adalah saya nggak mau seramai ini. Saya ingin menyelesaikan masalah keluarga saya sendiri dengan cara saya meminta maaf datang ke rumah tanpa melalui media," lanjut Eza.

Diketahui sebelumnya, ibunda Eza, Ruch Gaya tak merestui hubungan keduanya.

"Mamah tidak tahu kalau Eza sama Echa itu mau menikah. Karena tidak ada persetujuan dari mamah, dunia akhirat saya nggak rida kalau dia menikah sama perempuan itu," kata Ruch dikutip dari acara hiburan Selebrita Pagi, Selasa (10/7/2018)

"Dan mamah tidak ada rasa melamar. Mama tak ada izin," tambahnya.

Lebih lanjut, Ruch menegaskan bahwa dirinya tidak cocok dengan Echa.

Menurutnya Echa membawa dampak tidak baik pada Eza.

Ruch Gaya, Ibunda Eza Gionino (Istimewa)
Selama dengan Echa, menurut Ruch, Eza menjadi jauh dari keluarga.

"Mama kurang cocok dengan pribadinya. Garis besarnya dia cemburu sama mamah ya. Terus dia memonopoli Eza, menjauhkan Eza dari keluarganya. Karena kaya menguasai, kemana Eza pergi, ikut aja," kata Ruch.

Diduga merasa tidak direstui, Eza memutuskan kabur dari rumah.

Ruch bahkan tak memperkenankan Eza untuk melihat jenazahnya jika ia meninggal nanti, begitupun sebaliknya.

"Mama langsung 'mbeledek' hati mama, tapi mama tahan. Biar mama mati kamu jangan lihat jenazah mama. Kamu mati pun aku tidak mau melihat jenazahnya," kata Ruch sambil mengangkat jari telunjuknya.

"Karena terlalu dalam sakit hati mama. Karena mama ditinggalkan waktu itu, nggak ada perikemanusiaan. Nggak ada salah mama," kata Ruch.

Ia pun memberi pesan kepada Eza.

Dengan suara bergetar dan mengeluarkan air mata, Ruch meminta Eza untuk kembali padanya.

"Eza, kamu anak mama. Mama selalu sayang sama anak mama semuanya. Terutama Eza yang dari kecil, sampai kakak-kakaknya itu iri. Kembalilah sama mama, sadarlah kamu. Kalau mama solat, mama minta supaya kamu dibukakan mata hatimu. Disadarkan kamu nak," kata Ruch.

Namun ia tidak bisa melarang jika Eza tetap memilih Echa untuk menjadi pendamping hidupnya.

"Tapi kalau pendirian kamu tetap memilih perempuan itu, mama ikhlas. Ndak apa-apa. Berarti mama tau kamu nggak ada kasih sayang sama mama. Untuk apa kamu ketemu sama mama nak," lanjut Ruch.

Ruch mengaku sangat sakit hati terhadap perlakuan Eza yang diterimanya.

Kendati demikian, sambil menangis Ruch tetap mendoakan anaknya agar selalu dalam lindungan Tuhan.

"Tuhan nggak tidur. Nanti ada balasan dari Allah. Tapi saya tetap berusaha untuk memaafkan anak saya. Dan saya minta juga dimanapun Eza berada dilindungi sama Allah," ujar Ruch.


Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved