KRPL Harus Membuat Kebun Bibit dan Membina Kebun Sekolah

Dalam pelaksanaan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kota Pangkalpinang, masing-masing kelompok harus membuat kebun

KRPL Harus Membuat Kebun Bibit dan Membina Kebun Sekolah
dok bangka pos
kebun warga di Desa Balun Ijuk Kabupaten Bangka yang menanam Kangkung, Kamis (23/7/2015) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dalam pelaksanaan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kota Pangkalpinang, masing-masing kelompok harus membuat kebun bibit tanaman, seperti cabai dan sayur mayur dan sebagainya.

"Dari hasil kebun bibit ini harus dibagikan ke semua anggota untuk menanam di pekarangan rumahnya masing-masing. Juga ada ternak seperti ikan, ayam dan lainnya," kata Yiyi Zilaida Dwitri, Kasi Konsumsi Pangan Dinas Pangan dan Pertanian kota Pangkalpinang, Senin (16/07/2018) di kantornya.

Ditambahkannya, selain melakukan penanaman di pekarangan juga harus memiliki kebun kelompok atau demplot.

"Di kebun kelompok ini mereka bisa menanam berbagai tanaman seperti jagung manis, sagu garuk, ganyong dan lainnya,"ujarnya.

Ditambahkannya, hasil panen kebun ini harus diolah sendiri menjadi pangan lokal, misalnya menjadi tepung ganyong, lalu tepung ini diolah menjadi mie ganyong. Jagung manis bisa diolah menjadi susu jagung manis.

"Selain pengembangan pangan yang sudah ada, kami juga meminta setiap kelompok agar mengembangkan pangan yang selama ini sudah jarang ditemukan, seperti buah jelai atau jali selama ini masyarakat tahunya hanya untuk dibuat gelang dan kalung mainan tapi ternyata buah jelai ini bisa dijadikan sumber pangan alternatif, bisa dibuat bubur dan dimasak seperti nasi, bahasa kerennya buah Batley kalau di Jakarta sudah dijadikan super food dan mahal harganya bisa mencapai Rp 20.000 per kg," ungkapnya.

Diakuinya, sumber olahan pangan seperti ini untuk masyarakat di Pangkalpinang banyak yang belum mengetahui cara mengolahnya, karena itu setiap kelompok KRPL harus mengembangkan dan memulai mengolahnya.

"Termasuk tanaman bunga Telang yang warnanya ungu bisa digunakan sebagai pewarna makanan dan bisa juga dijadikan sirup, jadi tanaman yang selama ini dianggap kurang berguna padahal di daerah lain tanaman ini sudah dibutuhkan dan diminati banyak orang. Ada juga buah ciplukan yang dianggap buah hutan kalau di Jakarta orang menyebutnya goldenberry harga mahal sekali karena banyak sekali khasiatnya," jelasnya.

Dilanjutkannya, selain itu kelompok KRPL juga diminta untuk membantu mengembangkan kebun sekolah yang berada di kelurahannya.

"Misalnya KRPL Pelangi kelurahan Rembetan mereka membantu dan membina SDN 54, di kebun sekolah ini dibangun greenhouse sederhana yang bisa jadi sarana pembelajaran siswa, kalau sudah panen juga akan dibantu cara pengolahannya," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved