Marwan: 40 Persen Hutan Babel Kritis

Dinas Kehutanan Babel, Marwan, Kamis (19/7/2018) memberi support kepada Tim Gakum Kemenhut RI dalam hal penanganan kasus penertiban

Marwan: 40 Persen Hutan Babel Kritis
Bangka Pos/Fery Laskari
Dinas Kehutanan Babel, Marwan, Kamis (19/7/2018) memberi support kepada Tim Gakum Kemenhut RI dalam hal penanganan kasus penertiban tambang ilegal di kawasan hutan produksi-lindung di Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kehutanan Babel, Marwan, Kamis (19/7/2018) memberi support kepada Tim Gakum Kemenhut RI dalam hal penanganan kasus penertiban tambang ilegal di kawasan hutan produksi-lindung di Kabupaten Bangka.

"Kita selaku dinas, hanya mendampingi saja dan memberikan support agar perusakan hutan oleh perambah hutan dapat dicegah," kata Marwan saat ditemui disela-sela olah TKP Tim Gakum Kemenhut RI bersama CPM dan Polri di lokasi tambang ilegal di Dusun Siduarjo Desa Cit Riausilip Bangka, Kamis (19/7/2018).

Berapa banyak kawasan hutan di Babel yang dirusak perambah liar? Marwan menyebut angkanya hampir separuh kawasan. "Kalau data kerusakan bisa sampai 40 persen lebih dirambah oleh penambang maupun pembalak liar. Dan ini menunjukan tanda tanda kritis bahwa hutan di Babel harus segera dicermati cepat agar tidak semakin parah," katanya.

Marwan mengaku punya kendala sehingga tak optimal melakukan pengawasan maupun penindakan, antara lain keterbatasan personil polisi kehutanan (Polhut).

"Kita punya kawasan 465 ribu (hektare) kawasan hutan di Babel. Sementara tenaga Polhut hanya 30 orang. Seharusnya rasio kebutuhan paling tidak kita punya 138 orang Polhut, penjaga hutan," katanya.

Kendala lain lanjut Marwan, masyakarat banyak yang belum patuh terhadap aturan. Selama ini masyarakat terlampau asik, baik itu dalam kegiatan ilegal logging maupun ilegal mining. Sedangakn soal lemahnya pengawasan Dinas Kehutanan Babel karena terkendala benturan pada oknum aparat tertentu yang diduga jadi beking penambang ilegal? Marwan langsung tersenyum penuh arti. "Itu saya belum tahu, mungkin wartawan lebih tahu daripada saya," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved