Soal ASN yang Jadi Terpidana Ujaran kebencian, BKPPD Pangkalpinang Tunggu Salinan Putusan

Rizky diketahui telah divonis satu tahun empat bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan

Soal ASN yang Jadi Terpidana Ujaran kebencian, BKPPD Pangkalpinang Tunggu Salinan Putusan
bangkapos.com/Zulkodri
Kepala BKD Kota Pangkalpinang, Agung Yubi Utama 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pangkalpinang Agung Yubi Utama menyatakan, pihaknya telah bersurat ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang guna meminta salinan putusan terhadap Rizky Surya Darma, oknum PNS Pemkot Pangkalpinang yang terbelit kasus ujaran kebencian.

Rizky diketahui telah divonis satu tahun empat bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara pada Rabu (18/7) kemarin.

Yubi mengatakan salinan putusan itu diperlukan untuk mengambil keputusan terhadap Rizky sebagai ASN sesuai ketentuan yang berlaku.

"setelah dapat maka segera diputuskan yang bersangkutan sesuai aturan ASN. Sementara ini yang sudah kami ambil adalah keputusan penyetopan gaji yang bersangkutan sebesar 50% seminggu setelah yang bersangkutan ditahan beberapa lalu. Ini jug sesuai aturan UU nomor 5 tentang ASN," kata Yubi kepada Bangka Pos, Kamis (19/7/2018).

Sebelumnya, Rizky Surya Darma, menjalani sidang pembacaan putusan di PN Pangkalpinang, Rabu (19/7/2018) kemarin.

Hakim Sri Endang memutus Rizky terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Rizky divonis satu tahun empat bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara pada Rabu (18/7) kemarin.  

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. 

Mendengar vonis itu, Rizky yang hadir tanpa didampingi kuasa hukum, hanya diam saat dimintai  tanggapannya oleh majelis hakim mengenai vonis tersebut. Adapun JPU menyatakan pikir-pikir.

Selama persidangan, pengadilan telah menghadirkan lima orang saksi dan empat saksi ahli.

Pada 26 Februari 2018 lalu,  Rizky diringkus oleh aparat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri karena terlibat dalam sindikat penyebar isu-isu provokatif, berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian (hate speech) di kedia sosial bernama Musim Cyber Army (MCA).

Ujaran kebencian tersebut ia unggah sejak 23 Januari 2017. Saat itu ia membagikan postingan di grup MCA yang beranggotan 38 orang.

Pada salah satu postingannya, terdakwa membahas utang luar negeri, komunis, NKRI hingga dianggap rasis.

Terdata bahwa postingan itu ia lakukan mulai 23 Januari 2017, 10 April 2017, 25 Septmeber 2017, 16 dan 19 Oktober 2017 serta 17 November 2017. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved