Sabtu, 18 April 2026

Meski Pernikahan Tak Direstui, Eza Gionino Berharap Netizen tak Membully Sang Ibunda

Aktor Eza Gionino kini resmi menyandang status suami dari Meiza Aulia Coritha.Pasangan itu telah melangsungkan akad nikah pada Minggu (22/7/2018).

Editor: M Zulkodri
Grid.ID
ilustrasi eza gionino 

BANGKAPOS.COM - Aktor Eza Gionino kini resmi menyandang status suami dari Meiza Aulia Coritha.

Pasangan itu telah melangsungkan akad nikah pada Minggu (22/7/2018).

Eza tetap melangsungkan pernikahan meski tak mendapat restu dari sang ibunda, Ruch Gaya.

Kolase foto diduga pernikahan Eza Gionino
Kolase foto diduga pernikahan Eza Gionino (Instagram/@lambe_turah)
Saat akad nikah, ayah Eza hadir sebagai saksi pernikahan mereka.

Mengetahui hal tersebut, ibunda Eza pun angkat bicara.

"Kalau Eza sudah menyakitkan hati mamah, apalagi nikahnya dia ini didatangkan bapaknnya untuk menjadi saksi," kata Ruch melalui sambungan telepon, Minggu (22/7/2018), dilansir TribunJakarta.com dari Grid.ID.

Ruch juga mengatakan jika ayah Eza Gionino itu merasa kesenangan karena dijadikan sebagai saksi pernikahan.

Kedatangan ayahnya itu sebagai saksi pernikahan membuat hati Ruch Gaya semakin tersakiti.

"Bapaknya kesenangan, bapaknya enggak punya kerjaan, nganggur!"

"Tambah menyakiti hati mamah lagi bapaknya didatangkan.”

“Padahal bapaknya nganggur nggak punya pekerjaan," tutur Ruch Gaya.

Ruch Gaya mengungkapkan jika Eza Gionino sudah tidak peduli lagi apakah dirinya memberikan restu pernikahan atau tidak.

Mendengar pernyataan sang ibunda, Eza pun turut angkat bicara.

Dilansir TribunJakarta.com dari akun Instagram @lambe_turah, Senin (23/7/2018), Eza bersyukur bisa menikah dengan sang kekasih.

"Hari ini saya mau ngasih berita juga ke semuanya kalau kemarin alhamdulillah saya sudah menyelenggarakan akad saya tanggal 22 Juli jam 9 pagi."

"Alhamdulillah sekarang saya sudah menjadi suami dengan pasangan saya Meiza Aulia Coritha," ungkap Eza.

Ia mengaku deg-degan saat harus mengungkapkan hal itu kepada publik lantaran situasi dan kondisi yang kurang tepat.

Eza lantas berharap kepada masyarakat agar tidak membully ibunya.

Menurutnya, bagaimana pun sikap sang ibu kepada dirinya, ia tetaplah ibunda Eza.

"Saya berharap apa yang saya ucapkan di sini itu juga dibantu teman-teman semua untuk tidak memperuncing keadaan."

"Seperti yang kalian tahu kan mama ngomong seperti itu, tapi sekali lagi saya minta masyarakat, semuanya tolong, tolong sekali lagi jangan bully ibu saya. Mau bagaimana pun itu ibu saya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Eza sempat kabur dari rumah sejak bulan Mei 2018 lantaran hubungannya dengan Echa tak direstui ibunya. 

"Mamah tidak tahu kalau Eza sama Echa itu mau menikah. Karena tidak ada persetujuan dari mamah, dunia akhirat saya nggak rida kalau dia menikah sama perempuan itu," kata Ruch.

"Dan mamah tidak ada rasa melamar. Mama tak ada izin," tambahnya.

Lebih lanjut, Ruch menegaskan bahwa dirinya tidak cocok dengan Echa.

Menurutnya, Echa membawa dampak tidak baik pada Eza karena putranya tersebut menjadi jauh dari keluarga.

"Mama kurang cocok dengan pribadinya. Garis besarnya dia cemburu sama mamah ya. Terus dia memonopoli Eza, menjauhkan Eza dari keluarganya. Karena kaya menguasai, kemana Eza pergi, ikut aja," kata Ruch.

Konflik semakin ramai, Eza Gionino memutuskan untuk minta maaf pada sang ibunda melalui konferensi pers terkait dengan kaburnya ia dari rumah dan disebut anak durhaka oleh ibunda.

Dilansir dari Kompas.com, ia menjelaskan bahwa tindakan kabur dari rumah itu dilakukan agar konflik dengan ibunya tidak semakin besar.

"Saya pengin tanya, saya durhaka seperti apa. Konotasi durhaka, menurut saya, saya usir ibu saya dan semua orang dari rumah dan saya hidup dengan keinginan saya sendiri. Itu baru saya durhaka," kata Eza di sebuah restoran di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/7/2018).

Eza juga mengatakan kepergiannya tak sampai mengosongkan rumahnya dan meninggalkan ibunya dalam kondisi melarat.

Ia pun langsung menyampaikan permohonan maaf pada ibunda di depan awak media.

"Sumpah Demi Allah ini dari hati. Eza minta maaf, sekali lagi Eza minta maaf. Eza ninggalin rumah itu bukan bermaksud apa-apa mah. Mamah boleh ngomong apa aja, mamah boleh bilang 'mamah mati nggak usah ngelihat mamah', nggak. Sampai kapanpun Eza anak mamah," jelas Eza sambil menitikkan air mata.

"Mamah yang tahu, Eza bagaimana dari dulu. Dan Eza nggak berubah mah. Tanggung jawab sepenuhnya, tetap Eza lakukan," sambungnya.

Karena permasalahannya sudah tersebar di media massa, Eza meminta ibunya untuk meredam emosi dan mau membuka hati.

"Eza minta cuma satu mah, tolong buka hati mamah sedikit aja. Jangan emosi yang diutamakan. Sedikit aja mah," jelas Eza.

Ia pun meminta kesempatan dan restu pada ibunda untuk bisa menikahi perempuan pilihannya, Echa.

"Eza mau nikah mah. Eza tahu, mamah pasti berharap yang terbaik buat Eza. Semua orang pun begitu. Cuma tolong lah mah kasih Eza kesempatan, Eza mau nikah dengan pilihan Eza yang Insya Allah nanti dia juga akan sayang sama mamah. Dan dia akan mengarahkan ke jalan yang baik. Tolong doa restunya mah," papar Eza.(*)

(TribunJakarta.com/Rohmana Kurniandari)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved