Breaking News:

Dilatih Seperti Ini Kopassus TNI Bisa 'Lumpuhkan' Pasukan Khusus Amerika yang Miliki Teknologi Maju

Pada tahun 1980-an, ABRI/TNI hendak membentuk pasukan khusus.Pasukan itu juga harus memiliki kemampuan antiteror.

Editor: M Zulkodri
Istimewa
Sat 81 Gultor Kopassus 

BANGKAPOS.COM - Pada tahun 1980-an, ABRI/ TNI hendak membentuk pasukan khusus.

Pasukan itu juga harus memiliki kemampuan antiteror.

Akhirnya satuan pasukan khusus dari berbagai negara pun dijadikan sebagai referensi.

Baca: Disebut Bodoh oleh Iis Dahlia Ini Deretan Prestasi Fatin Shidqia Lubis

Dilansir TribunJatim.com dari Intisari.grid.id, ada berbagai referensi yang diperoleh.

Seperti ilmu pasukan khusus dari Jerman (GSG-9), Inggris (SAS), pasukan khusus antiteror Angkatan Laut Prancis, dan pasukan khusus Korea Selatan.

Satuan-satuan di atas banyak mempengaruhi pembentukan pasukan khusus di lingkungan TNI.

Teknik pelatihan pasukan khusus dari sejumlah negara itu diminta untuk segera diterapkan dalam pembentukan pasukan khusus TNI di kesatuan Kopassus.

Yang merekomendasikan adalah Asisten Intelijen Hankam/Kepala Pusat Intelijen Strategi Letjen TNI LB Moerdani.

Semua teknik dari berbagai 'aliran' itu dipercaya bisa membentuk pasukan khusus TNI menjadi pasukan tempur yang sangat profesional.

Baca: Saingi Cristiano Ronaldo di Juventus, Inter Milan Siap Datangkan Lionel Messi

Profesional yang dimaksud oleh Letjen Benny adalah tiap personel pasukan khusus sudah terlatih baik.

Mereka harus bisa melaksanakan misinya hingga tuntas, meski hanya bermodal peralatan dan persenjataan yang sangat terbatas.

Dengan kata lain, kehebatan pasukan khusus tak ditentukan oleh teknologi yang digunakan dalam pertempuran.

Baca: Momo Geisha Girang Tas Tangannya Curi Perhatian Mertua David Beckham

Melainkan oleh kemampuan personel dalam penguasaan ilmu beladiri dan penggunaan senjata tajam.

Mereka juga harus terampil menggunakan senjata api yang tidak dilengkapi teknologi serba canggih.

Masih melansir Intisari.grid.id, Letjen LB Moerdani pun melarang pasukan-pasukan khusus AS untuk dipergunakan sebagai referensi.

Hal itu dilakukan demi mencetak pasukan khusus yang dalam misi tempurnya tidak terlalu bergantung pada teknologi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved