Kisah Miskat, Pemulung yang Nabung di Bawah Tumpukan Baju Demi Bisa Ibadah Haji

Setiap hari, Miskat mencari nafkah dengan mengumpulkan kardus, botol, dan barang barang bekas lainnya

Kisah Miskat, Pemulung yang Nabung di Bawah Tumpukan Baju Demi Bisa Ibadah Haji
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Miskat keluar dari ruang pemeriksaan Asrama Haji Surabaya, Kamis (26/7/2018). 

BANGKAPOS.COM--Miskat bersyukur, tahun ini dia bisa berangkat ke tanah haram.

Tempat yang selalu dia sebut dalam doa setiap usai shalat.

Jamaah Calon Haji asal Desa Alas Tengah, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo itu tercatat dalam kloter 27 yang yang baru kemarin siang masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Perlu usaha ekstra bagi seorang pemulung seperti Miskat untuk bisa menunaikan ibadah ke tanah suci.

Kakek 70 tahun itu tidak ingat mulai kapan dia mulai mengumpulkan uang untuk ibadah haji.

"Kadang Rp 5.000, kadang Rp 10.000, pokoknya dikumpulkan," kata Miskat, Kamis (26/7/2018).

Setiap hari, Miskat mencari nafkah dengan mengumpulkan kardus, botol, dan barang barang bekas lainnya.

Dengan bersepeda, Miskat berkeliling ke desa-desa dari pagi hingga sore.

"Dapatnya tidak tentu, kadang Rp 30.000, kadang Rp 15.000. Yang pasti Rp 10.000 dibuat makan dua kali di warung," ucapnya.

Miskat mengaku tidak memiliki tempat khusus untuk menyimpan uangnya.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved