Permenkop No 8 Tahun 2018, Permudah Akses permodalan ke LPDB-KUMKM

Hingga pertengahan 2018, penyerapan dana bergulir yang dikelola LPDB-KUMKM belum optimal dari target penyaluran.

Permenkop No 8 Tahun 2018, Permudah Akses permodalan ke LPDB-KUMKM
Istimewa

Kedua, melalui lembaga penjaminan, yaitu Perum Jamkrindo atau PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) yang ada di setiap ibukota provinsi.

Ketiga, proposal bisa dibawa langsung ke LPDB.

Ada tiga komponen yang bisa mengajukan dana bergulir LPDB, yaitu koperasi, UMKM, dan lembaga keuangan bank dan bukan bank (LKB/LKBB).

LPDB menargetkan tahun ini alokasi pinjaman disalurkan secara syariah sebesar Rp 450 miliar dan Rp750 miliar dengan pola konvensional.

Sedangkan alokasi terbesar ke sektor riil yaitu sebanyak Rp 480 miliar dengan bunga 4,5% (khusus sektor nawacita).

Buat kalangan UMKM sebesar Rp 360 miliar dengan bunga 5%, disusul LKB/LKBB Rp240 miliar yang dikenakan bunga 7%. S

edangkan melalui koperasi Rp120 miliar dengan bunga 7%. Untuk pola syariah sementara diterapkan maksimal bagi hasil 70:30.

Mendapat pertanyaan dari sejumlah kepala dinas tentang tingginya bunga pinjaman yang dikenakan koperasi kepada anggotanya, Braman menjamin koperasi tidak bisa seenaknya mematok bunga.

"Saya akan kunci di akad pinjaman atau SP3 (Surat Pemberitahuan Persetujuan Prinsip), yaitu misalnya maksimal bunga ke anggota koperasi maksimal 15%," sehingga akan membantu angg koperasi yg memanfaatkan dana LPDB," kata Braman.

Agar penyaluran dana pinjaman lebih banyak, LPDB masih terus menerima proposal baru.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved