RSUD Depati Hamzah Tetap Berlakukan Jaminan Pelayanan Fisioterapi

Setahu saya, memang waktu itu ikatan fisioterapi se-Indonesia melayangkan surat tidak melakukan pelayanan fisioterapi dulu. Tapi

RSUD Depati Hamzah Tetap Berlakukan Jaminan Pelayanan Fisioterapi
Bangkapos/irakurniati
Case manager Rumah Sakit Depati Hamzah Pangkalpinang, Nurliana Simatupang 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kebijakan direktur jaminan pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan mengenai tiga jaminan pelayanan kesehatan diantaranya jaminan pelayanan bayi baru lahir sehat, katarak dan rehabilitasi medik menuai pro dan kontra terkait kebijakan yang diterapkan ada tanggal 25 juli lalu.

Terutama pada rehabilitasi medik atau fisioterapi. Pasalnya, menurut case manager RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Nurliana Simatupang menuturkan belum ada keputusan untuk rumah sakit ini melakukan pelayanan fisioterapi atau tidak. Sebab surat edaran belum diterima oleh pihaknya.

"Setahu saya, memang waktu itu ikatan fisioterapi se-Indonesia melayangkan surat tidak melakukan pelayanan fisioterapi dulu. Tapi belum ada keputusan final nya apakah dilanjutkan atau tidak. Nah kami juga belum mendapat keputusan itu, karena dari ikatan fisioterapi dan BPJS lah yg bikin kesepakatan." ungkap Nurli, Selasa (31/7/2018).

Kendati demikian, pihak RSUD Depati Hamzah masih tetap melakukan pelayanan fisioterapi kepada pasien. Sejak beberapa waktu lalu, rumah sakit ini memang memberlakukan pelayanan fisioterapi.

Namun pada oktober 2017 silam, adanya perubahan mengenai pelayanan yang diberikan kepada pasien tersebut.

Dikatakan Nurli, sejak diberlakukannya aturan BPJS Kesehatan Kota Pangkalpinang pada layanan fisioterapi tahun lalu, pasien hanya boleh melakukan dosis pengobatan sebanyak lima kali dalam satu bulan.

Sebelumnya, pasien bisa melakukan pengobatan berdasarkan indikasi.

Setelah lima kali pengobatan dan masih merasakan gejala yang sama, pasien harus melakukan penilaian awal dengan dokter yang menanganinya itu.

Penilaian awal atau assesment pun dilakukan oleh dokter spesialis rehabilitasi medik.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved