Update Haji -- 25 Jamaah Haji Indonesia Wafat, Berikut Daftar Nama dan Penyebabnya

Sebanyak 25 orang jamaah haji asal Indonesia wafat di tanah suci Makkah dan Madinah Arab Saudi.

Update Haji -- 25 Jamaah Haji Indonesia Wafat, Berikut Daftar Nama dan Penyebabnya
kemenag.go.id
Ibadah Haji 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama akan menjamin badal haji jemaah yang meninggal sebelum proses haji.

Nantinya keluarga dari jemaah yang meninggal akan mendapat sertfikat badal haji tersebut.

Suhu Panas

Suhu yang panas lebih dari 40 derajat celcius akan menjadi cobaan bagi para jamaah haji yang tiba dari Makkah dan Madinah. Para jamaah haji diminta menjaga kondisi agar bisa bertahan pada cuaca panas tersebut.

Melansir data dari www.accuweather.com, selama musim haji suhu di Makkah dan Madinah berkisar antara 41-45 derajat celcius.

Baru-baru ini, Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah dr. Muhammad Yanuar, Sp.P mengatakan di KKHI ada pasien psikiatri akibat dehidrasi yang seolah-olah mengalami gangguan jiwa,

sebenarnya ia mengalami dehidrasi. Karena itu, ia mengimbau jemaah haji Indonesia agar perbanyak minum air.

Yanuar mengatakan Tim Gerak Cepat menemukan jemaah tersebut sedang mengamuk di jalan.

Kemudian tim TGC membawa ke KKHI.

Setelah diinfus dan diberi obat, diketahui jemaah tersebut mengalami dehidrasi.

“Ini ciri khas orang yang mengalami dehidrasi. Seolah-olah mengalami gangguan jiwa, padahal karena kekurangan minum,” terang Yanuar.

Untuk itu, guna terhindar dari dehidrasi, Yanuar mengimbau jemaah untuk banyak minum.

“Orang Indonesia biasanya takut banyak minum karena takut buang air kecil. Padahal di masjid Nabawi banyak toilet dan jarak ke hotel pun dekat. Kecuali kita punya penyakit tertentu yang tidak boleh banyak minum,” ungkapnya.

Bila menemukan jemaah seperti ini, Yanuar menganjurkan agar jemaah dibawa ke KKHI atau ke RS Arab Saudi Al Anshor, yang jaraknya lebih dekat dari masjid Nabawi.

Untuk pasien yang dibawa ke RS Arab Saudi cukup menunjukkan gelang sebagai identias.

Untuk itu Yanuar meminta agar jemaah jangan sampai bertukar gelang untuk kenang-kenangan.

“Identitas kita adalah gelang. Jangan sampai jamaah haji gelangnya ditukar, nanti bisa repot. Karena di gelang ada nama dan Kloternya. Ada jemaah yang saling bertukar gelang hanya karena ingin menyampaikan kenang-kenangan,” kata Yanuar.

Jangan Lepas Sandal

Sejak dibuka tanggal 17 Juli 2018 lalu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah telah merawat 9 pasien, 5 di antaranya sudah kembali ke Kloter masing-masing.

Salah satu pasien yang dirawat adalah jemaah yang mengalami luka melepuh pada kaki karena tidak pakai sandal saat keluar pondokan dan jemaah yang dirawat di ruang psikiatri.

Yanuar menyebutkan bahwa jemaah ini sandalnya dititipkan ke temannya saat ibadah di masjid Nabawi.

Kemudian pada saat pulang yang bersangkutan tidak ketemu dengan temannya dan pulang ke pondokan tanpa alas kaki.

“Jemaah ini nyeker (tidak beralas kaki), sehingga kakinya melepuh,” terang Yanuar.

Yanuar berpesan agar jemaah jangan menitipkan sendalnya ke teman.

“Ini bisa jadi masalah. Jalan ke hotel tanpa alas kaki walaupun jaraknya dekat tapi itu sangat panas.

Kaki bisa melepuh apalagi dengan kondisi pasien yang memiliki penyakit gula yang kakinya tidak merasakan panas namun ternyata kakinya melepuh,” tambahnya.

Jemaah pun diimbau agar membawa sandalnya ke dalam masjid dengan menggunakan kantong plastik.

Melalui kaun twitter resmi, @KemenkesRI memberikan tips kepada para jamaah haji untuk memilih alas kaki yang tepat saat mereka berada di Makkah.

"Suhu panas di madinah dan Mekkah berisiko menyebabkan kaki jemaah melepuh dan luka.

Gunakanlah alas kaki sandal setiap keluar dari penginapakan agar kaki tidak melepuh," posting akun Kemenkes RI.(*)

Penulis: teddymalaka
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved