Breaking News:

Diminta Jangan Terlena PT Sehati Ancam Gugat Dinas PUPera ke Pengadilan

Belum selesainya proyek pengerjaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang jalan Jendral Sudirman Toboali sepertinya bakal berbuntut panjang.

Dok/Bapos
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Bangka Selatan Anshori 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Belum selesainya proyek pengerjaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang jalan Jendral Sudirman Toboali sepertinya bakal berbuntut panjang.

Pasalnya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan meminta proyek tersebut segera diselesaikan sehingga pihaknya tidak akan melunasi sisa anggaran proyek sekitar 40 persen atau sekitar Rp 900 juta dari pagu anggaran Rp 2,9 Miliar apabila proyek tersebut belum diselesaikan.

Namun disisi lain pihak PT Sehati selaku kontraktor mengancam akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Bangka Selatan Anshori, meminta PT Sehati segera menyelesaikan persoalan dan tumpang tindih pengerjaan proyek lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang jalan Jendral Sudirman Toboali yang rusak.

Bahkan Anshori meminta PT Sehati jangan terlena dan mengulur waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Penyelesaian tersebut bisa melalui Pengadilan ataupun Abitrase.

Terlebih menurut Anshori, tak lama lagi masuk pembahasan anggaran perubahan tahun 2018. Ditegaskan Anshori, pihak nya kekeh tak akan melunasi sisa anggaran proyek yang diperkirakan masih 40 persen atau sekitar Rp 900.000.000 dari pagu anggaran RP 2.900.000.000 tersebut.

" Kami tunggu dari PT Sehati untuk penyelesaiannya, mau lewat pengadilan atau abitrase. Jangan terlambat dan terlena sebelum anggaran perubahan 2018 di bahas," ujar Anshori melalui pesan What's App (WA), Minggu (5/8/2018)

Selain itu, menurut Ansori sampai saat ini proyek pembangunan lampu jalan yang menelan biaya sebesar Rp 2.900.000.000 tersebut, dinilai belum sepenuhnya rampung. Selain itu masih banyak yang rusak dan belum diserah terimakan PT Sehati kepada pihak PUPRP Basel.

Sementara Kuasa Hukum PT Sehati, Rafiqkhan Illahi SH, akan menindaklanjuti pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Bangka Selatan Anshori berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Sungailiat.

Mereka menilai dengan adanya penundaan pencairan proyek berimbas terhadap pekerjaan kliennya.  

" Jadi menanggapi masalah persoalan tersebut, saya selaku Penasehat Hukum (PH) PT Sehati akan menindaklanjuti ke tahap persidangan. Kemungkinan akhir agustus gugatan akan kita daftarkan di pengadilan negeri sungailiat. Selanjutnya, kami sangat berharap kepada pihak kejari basel agar dapat memeriksa proyek tersebut, apakah ada indikasi ke arah pidsus atau tidak," ujar Rafiqkhan dalam pesan WA nya, Minggu (5/8/2018) sore.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: M Zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved