Breaking News:

Honda Asia Surya Perkasa Gelar Sosialisasi Safety Riding di SMKN 3 Pangkalpinang

TIM Safety Riding dari Honda Asia Surya Perkasa Main Dealer Bangka Belitung mengadakan sosialisasi safety riding di SMK Negeri 3 Pangkalpinang

Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri
Ist
Sosialisasi pembelajaran aman berkendara (safety riding) di SMK Negeri 3 Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM--TIM Safety Riding dari Honda Asia Surya Perkasa Main Dealer Bangka Belitung mengadakan sosialisasi pembelajaran aman berkendara (safety riding) di SMK Negeri 3 Pangkalpinang pada Rabu (07/08/18) pagi.

Sosialisasi ini ditujukan kepada para pelajar, dimana pada usia siswa SMK sudah mulai banyak dan cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

Sosialisasi ini juga merupakan wujud kepedulian Honda kepada para pengendara sepeda motor khususnya sepeda motor Honda.

Sebagai salah satu produsen besar sepeda motor di Indonesia, Honda juga gencar dalam menggelar sosialisasi keselamatan berkendara.

Sosialisasi ini juga disambut baik oleh kepala SMK N 3 Pangkalpinang, Sukinda yang diwakili  Erwizaldi,

Para siswa siswi terlihat antusias mengikuti edukasi safety riding.

Sosialisasi pembelajaran aman berkendara (safety riding) di SMK Negeri 3 Pangkalpinang
Sosialisasi pembelajaran aman berkendara (safety riding) di SMK Negeri 3 Pangkalpinang (Ist)

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan oleh Rigo selaku instruktur dari tim safety riding Honda terkait penyebab-penyebab kecelakaan yang sering terjadi.

"Penyebab kecelakaan di jalan raya dapat kita kelompokkan menjadi 3 kelompok, yakni berdasarkan manusia, lingkungan dan kendaraan. Bisa karena ketika sedang emosi kita mengendarai kendaraan akan menyebabkan kecelakaan, lalu kondisi motor yang kurang baik serta jalanan yang licin akibat hujan." Jelas Rigo dihadapan para siswa dan guru yang hadir.

Kemudian di lanjutkan dengan teknik dasar berkendara dinana dilakukan praktik lapangan yang di pandu oleh Rahardi instruktur safety riding Honda.

Praktik berkendara meliputi penggunaan atribut keselamatan berkendara, pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan, bagaimana teknik mengerem yang baik, cara menikung di tikungan yang benar dan menjaga keseimbangan tubuh saat berkendara.

"Untuk mengerem yang baik terutama untuk motor model sport, kita tidak boleh menggunakan rem depan saja atau rem belakang saja. Namun ketika ngerem, harus ada kolaborasi antara rem depan dan belakang, 70 persen harus menggunakan rem belakang dan 30 persen menggunakan rem depan." ujar Rahardi.

Kemudian untuk kecepatan ideal ketika mengerem, menurut Rahardi harus pada kecepatan serendah-rendahnya.

"Ketika kita mengendarai kita lihat dulu keadaan jalannya, apabila jalan tersebut sepi, pada kecepatan 70 km/jam sudah termasuk kecepatan yang ideal untuk mengerem. Selain itu, kita juga harus memperhatikan faktor umur, keseimbangan badan dan responsif fisik serta keadaan motor yang baik." imbuhnya.

Selain itu juga team safety riding Honda juga mengajak seluruh peserta untuk mencoba langsung cara berkendara yg baik sekaligus melatih ketangkasan berkendara melalui kompetisi slalom dan papan kesimbangan.

Kompetisi yang diikuti oleh para siswa ini bertujuan selain melatih ketangkasan juga melatih mental keberanian siswa agar mampu dan berani tampil di depan umum. Para peserta yang terbaik akan memperoleh hadiah menarik dari team safety riding Honda.(Adv)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved