Punya Harta Rp 5 Triliun, Benarkah Sandiaga Uno Akan Bagikan Uangnya untuk Pilpres?

Sandiaga menjelaskan, tugasnya sangat berat untuk mendampingi Prabowo Subianto.

Punya Harta Rp 5 Triliun, Benarkah Sandiaga Uno Akan Bagikan Uangnya untuk Pilpres?
Tribunnews.com
Sandiaga uno, istri dan Atheera 

BANGKAPOS.COM - Dengan torehan harta kekayaan mencapai Rp 5 triliun lebih, mungkinkah Sandiaga merelakan harta kekayaannya untuk modal kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019?

Sandiaga menjelaskan, tugasnya sangat berat untuk mendampingi Prabowo Subianto.

"Tugas adalah aspirasi yang dirasakan masyarakat sekarang, lapangan kerja, harga bahan kebutuhan pokok, bagaimana harga terjangkau," katanya.

"Semuanya dalam bentuk kekeluargaan, kebersamaan, kepentingan yang berpihak kepada rakyat. Aspirasi bisa didengar dan dikonkritkan. Saya pastikan tidak akurat, banyak spekulasinya," katanya.

Sandiaga dengan tegas membantah pernyataan Andi Arief di Twitter, yang semuanya penuh dengan spekulasi belaka.

"Saya bantah, itu tidak benar, mohon dicabut. Saya mengalami sendiri waktu pilkada, ketua tim saya, dana diaudit, harus jelas sumbernya dari mana, ini yang saya buka apa UU yang dipakai sebagai referensi, keterbukaan dengan prisip keadilan," katanya.

Dengan nilai kekayaan itu, Sandiaga dikabarkan bersedia memberikan mahar atas pernyataan spekulatif yang diungkapkan Andi Arief.

Benarkah demikian?

Sementara itu, Fahri Hamzah mengapresiasi kejujuran Sandiaga Uno.

Hal itu dilihat dari cuitan Fahri.

Kejujuran @sandiuno bahwa ia siap menanggung beban biaya 1 Trilyun adalah mutiara.

Paling tidak, supaya kita mulai jujur terkait #BiayaPolitik2019 .

Ia takkan kena delik apa2 karena ia adalah calon.

Pertanyaannya bagaimana dengan calon lain?

Sementara itu, Kompas.com mengabarkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan harta kekayaan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno di situs elhkpn.kpk.go.id, Rabu (15/8/2018).

Dilansir dari dokumen yang diunduh, Sandi memiliki total kekayaan mencapai Rp 5.099.960.524.965.

Kekayaannya mencakup pada harta berupa tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas dan harta lainnya.

Sandi memiliki total 15 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Tangerang, Singapura, dan Amerika Serikat.

Adapun total nilai harta tanah dan bangunan yang dimiliki Sandi mencapai Rp 191.644.398.989.

Ia memiliki 2 kendaraan dengan nilai total mencapai Rp 325 juta.

Dua kendaraan itu adalah Nissan Grand Livina Tahun 2013 senilai Rp 100 juta dan Nissan X-Trail Tahun 2015 senilai Rp 225.000.000.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki Sandi senilai Rp 3,2 miliar.

Ia memiliki surat berharga dengan nilai mencapai Rp 4.707.615.685.758.

Sementara, kas dan setara kas yang dimiliki Sandi senilai Rp 495.908.363.438. Harta lainnya yang dimiliki Sandi sebesar Rp 41.295.212.159.

Dalam dokumen itu, Sandi tercatat memiliki hutang sebesar Rp 340.028.135.379.  

Bola panas

Terpilihnya Sandiaga Uno menjadi Cawapres Prabowo Subianto sempat mengagetkan publik.

Sandiaga Uno mengaku menerima bola panas setelah terpilih menjadi Cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu dilontarakan Sandiaga saat tampil live di acara Indoensia Lawyers Club (ILC) yang tayang di TV One pada Selasa (14/8/2018) malam.

Sandi yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta terpaksa harus mundur lantaran maju sebagai Cawapres.

Sandi juga menceritakan awalnya ia memutuskan maju sebagai Cawapres Prabowo Subianto.

Menurutnya, saat itu Anies Baswedan bersedia maju sebagai Cawapres.

Bukan hanya itu, ia juga tak akan kehilangan dua jabatannya sekaligus dalam satu malam lantaran memilih maju sebagai Cawapres.

"Saya mestinya engga duduk di sini (Cawapres) dan engga kehilangan dua posisi dalam satu malam, itu jika mas Anis bilang ia (Menjadi Cawapres)," kata sandi dilihat dari tayangan live Streaming ILC di TV One dengan tema '#ILCAntara Mahar dan PHP'

Sandiaga melanjutkan, saat itu Gubernur DKI jakarta mengatakan 'tidak' dan ingin menyelsaikan tugas sebagai Gubernur DKI jakarta selama 5 tahun.

Menurutnya, bola panas itu akhirnya datang kepadanya karena harus memutuskan dengan cepat di detik-dekik akhir jelang pendaftaran Capres-Cawapres 2019.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved