271 Napi Lapas Sungailiat Dapat Remisi, Enam Napi Bebas di HUT RI ke 73

keadaan Lembaga Permasyarakatan Klas II Sungailiat saat ini jumlah warga binaan sebanyak 471 orang

271 Napi Lapas Sungailiat Dapat Remisi, Enam Napi Bebas di HUT RI ke 73
Bangkapos/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat bersama Ketua DPRD Kabupaten Bangka dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangka didampingi Kepala Lapas Klas II B Sungailiat Faozul Ansori saat pemberian remisi bagi para narapidana, Jumat (17/8/2018) di Lapas Klas II B Sungailiat. 

Sedangkan klasifikasi jenis kejahatan terdiri dari narkoba sebanyak 27 orang, perlindungan anak sebanyak 117 orang, pencurian sebanyak 85 orang, korupsi sebanyak 15 orang, perampokan 11 orang, kesusilaan tujuh orang dan lain-lain sebanyak 155 orang yang merupakan kasus penganiayaan, pembunuhan, perjudian, penggelapan, lakalantas, KDRT, illegal loging, migas, illegal maining dan lain-lain.

Disampaikan Faozul,  berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan bahwa remisi adalah hak bagi narapidana untuk memperoleh pengurangan masa menjalani hukuman. 

Berdasarkan Keppres Nomor 147 tahun 1999 bahwa narapidana berhak memperoleh remisi pengurangan masa menjalani hukuman dengan cara telah berkelakuan baik selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan. 

Remisi tersebut terbagi menjadi dua macam yaitu remisi khusus dan remisi umum.

Untuk remisi khusus adalah pengurangan masa menjalani hukuman yang diberikan pada saat hari raya keagamaan masing-masing narapidana yakni Hari Raya Idul Fitri bagi napi yang beragama Islam, Hari Raya Natal bagi napi yang beragama Kristen, Hari Raya Nyepi bagi napi yang beragama Hindu,
Raya Waisak bagi napi yang beragama Buddha, Hari Raya Imlek bagi napi yang beragama Konghucu di mana besarnya remisi khususnya adalah 15 hari sampai maksimal 2 bulan. 

Sedangkan remisi umum adalah pengurangan masa menjalani hukuman yang diberikan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus tiap tahunnya.

Besaran remisi umum adalah satu bulan sampai maksimal enam bulan yaitu tahun pertama sebesar satu atau 2 bulan, tahun kedua sebesar tiga bulan, tahun ketiga sebesar empat bulan, tahun keempat sebesar  lima, bulan tahun kelima sebesar lima bulan,tahun keenam dan seterusnya sebesar  enam bulan.

Oleh karena itu pada tanggal 15 Juni 2018 yang lalu narapidana yang beragama Islam baru saja memperoleh remisi khusus hari raya Idul Fitri dan saat ini kembali memperoleh remisi umum dari hari kemerdekaan Republik Indonesia.

"Remisi adalah harapan bagi warga binaan pemasyarakatan, remisi juga menjadi salah satu alasan bagi warga binaan pemasyarakatan berbuat yang terbaik, berkelakuan baik sehingga dapat lebih cepat pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta dan masyarakat tempat tinggalnya," jelas Faozul.

Disampaikannya bahwa proses pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan di lapas secara umum pembinaan itu dapat digolongkan dua jenis pembinaan yaitu pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. 

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved