Ahok Minta Dipanggil BTP, Terungkap Makna Sebenarnya Jargon Tersebut
Dalam peluncuran buku tersebut, Ahok meminta masyarakat tak lagi memanggilnya dengan sebutan Ahok.
Penulis: Teddy Malaka | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM - "Catatan: Panggil Saya BTP" itulah kalimat yang tertulis di surat Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang dibacakan oleh putra sulungnya Nicholas Sean Purnama saat launching buku 'Kebijakan Ahok', Kamis (16/8/2018).
Kalimat tersebut dibuat di akhir surat, sejajar tanda tangan.
Ia tak mau lagi dipanggil Ahok?
BTP merupakan singkatan nama Basuki Tjahaya Purnama, Namun bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu, BTP tak sekadar nama.
Sedari menjabat Bupati Belitung Timur, jargon BTP sudah cukup lama ia pakai.
"Bersih, Transparan dan Profesional", singkat BTP juga berarti demikian.
Untuk menunjukkan dirinya bersikap transparan, ketika ia menjadi Anggota DPR RI kemudian menjadi Wakil Gubernur DKI lalu diberi kesempatan menjadi Gubernur DKI, Basuki Tjahaya Purnama secara gamblang mengumumkan pendapatannya.
Tak hanya pendapatannya, sistem anggaran pemerintah pun dapat dilihat khalayak umum melalui internet.
Ia benar-benar komit terhadap jargonnya tersebut.
"Iya dong (transparan). Yang kita 'jual' kan bersih, transparan, profesional," ujar Ahok di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu
(21/12/2016) silam.
"Saya kurang berpengalaman berorganisasi, tapi saya kebetulan dikasih nama yang kebetulan sama dengan slogan Kadin. Istilah BTP itu artinya bersih, transparan, dan profesional," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.
Basuki mengakui baru menyadari korelasi inisial namanya dan slogan itu pada 2006, ketika dia menerima penghargaan piagam antikorupsi dari Mitra Award.
"Di situ, saya baru sadar singkatan nama saya BTP. Sebelumnya, saya selalu tulis nama saya Basuki Tjahaja Purnama, dalam kurung Ahok. Kayak tukang kwetiau ya," ucapnya pada 2014 silam.
"Terus ketika saya tahu BTP, wah menarik ini. Saya baru tahu 'Tjahaja' di nama saya itu kalau disingkat pakai T," katanya lagi.
Di Belitung Timur, di kampungnya, pemerintah setempat menggunakan jargon BTP untuk nama stadion.
Stadion yang dibangun era Basuri Tjahaya Purnama, Adik Ahok yang menjabat Bupati Belitung Timur diberi nama Stadion Belitung Timur Pelangi yang juga disingkat Stadion BTP.
Luncurkan Buku
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Kamis (16/8/2018) meluncurkan buku terbarunya di Gedung Filateli, Jakarta Pusat.
Buku yang ia tulis dari dalam penjara Rutan Mako Brimob itu diberi juduk "Kebijakan Ahok".
Dalam video dan foto yang beredar, peluncuran buku tersebut dihadiri Djarot Saiful Hidayat yang merupakan Wakil Gubernur semasa Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Peluncuran buku juga dihadiri oleh putra Ahok, Nicholas Sean Purnama.
Salah satu hal yang baru, dalam peluncuran buku tersebut, Ahok meminta masyarakat tak lagi memanggilnya dengan sebutan Ahok.
Mulai saat ini, ia meminta dipanggil dengan sebutan 'BTP' yang merupakan singkatan dari namanya.
Hal itu disampaikan oleh Ahok dalam suratnya yang dibacakan oleh putranya Nicho.
Hal tu terkonfirmasi dari pengakuan seorang warganet yang hadir.
"Selalu bersyukur bisa menjadi bagian dr semua kegiatan Pak @basukibtp
Seneng banget bisa mendengarkan @nachoseann membacakan surat papanya yg sekarang minta dipanggil PAK BTP, plus bonus berfoto pula," tulis warganet dengan akun @nengherbawati.
Tak diketahui jelas asalan mengapa Ahok tak lagi menginginkan dipanggil dengan sebutan 'Ahok".
Penelusuran TribunSolo.com, akun resmi Ahok yang dikelola oleh tim Ahok pun saat ini sudah tak menggunakan nama Ahok.
Akun tersebut sudah diganti namanya dengan nama @basukibtp.
Berikut ini Tribunstyle.com merangkum foto dan video peluncuran buku "Kebijakan Ahok" seperti dilansir TribunSolo.com :
1. Kehadiran Nicho
Meski Ahok sudah bercerai dari Veronica Tan, untung masih ada Nicholas Sean Purnama, putra pertamanya yang masih banyak membantunya.
Termasuk membantu ayahandanya dalam merilis buku yang ditulis dari sel Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.
2. Detail buku 'Kebijakan Ahok'
Ahok merinci program kebijakan, visi dan misinya membangun Jakarta.
Ia mencurahkan segala prioritas dalam bukunya termasuk permasalahan Jakarta .
3. Suasana peluncuran buku
Suasana peluncuran bukunya Ahok.
Sayang Basuki Tjahaja Purnama tak bisa hadir atau mendapat izin bebas sementara, setidaknya untuk acara peluncuran buku tersebut.
Ia diwakili putranya, Nicholas Sean Purnama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/basuki-tjahaya-purnama-alias-ahok_20180724_170938.jpg)