Baru 500 Produk UMKM di Babel Kantongi Sertifikat Halal

Baru sekitar 500 produk UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah mengantongi sertifikat halal

Baru 500 Produk UMKM di Babel Kantongi Sertifikat Halal
Bangka Pos / Krisyanidayati
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia, Provinsi Bangka Belitung, (LPP POM MUI), Nardi Pratomo. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Baru sekitar 500 produk UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah mengantongi sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (LPP POM MUI) Babel.

Direktur LPP POM MUI Nardi Pratomo menyebutkan merujuk pada Undang-undang nomor 33 tahun 2014, tahun depan seluruh produk makanan dan minuman wajib memiliki sertifikat halal agar bisa dijual kepada masyarakat.

"Di Babel sudah sekitar sudah sekitar 500 produk, perkiraan akhir tahun bisa sampai 800-900 produk. Di Belitung sudah sekitar 150-200 produk sisanya di Bangka," kata Nardi, Minggu (19/8/2018).

Ia menyebutkan ada 11 kriteria dalam menentukan sertifikasi halal yang dilakukan oleh tim auditor. Beberapa kriteria diantaranya ialah, sistem jaminan halal seperti kebijakan halal.

Management halal, bahan-bahan yang digunakan, fasilitas produksi, penulusuran bahan-bahan kritis, pelatihan dan edukasi, pemberian nama produk, kemampuan telusur SOP, penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria, audit internal dan kaji ulang management.

"Kalau orang hanya berpikir dari bahan saja tidak begitu, misalnya bahannya halal semua, tapi anjing berkeliaran ini enggak bisa. Nama salah misalnya bakso kuntilanak anak ini enggak lulus," katanya.

Menurutnya, sertifikasi halal sederhana dan mudah, asalkan bisa memenuhi persyaratan dan arahan yang disampaikan auditor.

"Ketika kita ke lapangan biasanya kita memberikan audit memo atau PR untuk perbaikan. Permasalahany UKM itu keras kepala berpikir dari sudut pandang usaha mereka sedang diganggu, ketika ditanya omser meraka takut kena pajak. Padahal itu bukan ranah kami," sebutnya.

Menurutnya, saat ini wisatawan dari berbagai negara sudah sangat dengan peduli akan sertifikat halal. Apalagi saat mereka berkunjung ke tempat makan, umumnya akan bertanya.

"Kalau enggak ada sertifikat halal tahun depan enggak bisa jualan. Sertifikat halal ini enggak hanya Indonesia tapi juga dunia, apalagi memang Babel sudah berkembang pariwisatanya," katanya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved