50 Persen Warga Binaan di Tiga Lapas Pangkalpinang Tidak Punya KTP

50 persen dari jumlah warga binaan yang berada di tiga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Pangkalpinang tidak memiliki e-KTP.

50 Persen Warga Binaan di Tiga Lapas Pangkalpinang Tidak Punya KTP
bangkapos/edwardi
Warga Kota Pangkalpinang yang akan membuat dokumen kependudukan tampak sepi di Kantor Dukcapil Pangkalpinang, Senin (20/08/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM -- Sekitar 50 persen dari jumlah warga binaan yang berada di tiga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Pangkalpinang tidak memiliki e-KTP.

Ketiga Lapas tersebut yakni Lapas Tua Tunu, Lapas Narkotika dan Lapas Perempuan.

"Saya tidak tahu juga apa penyebabnya mereka tidak memiliki KTP, apakah karena hilang, apakah karena disita petugas atsu sebab lainnya kita juga nggak tahu mengapa, dan saya sudah mengecek ke ketiga lapas ini," kata Armada, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Pangkalpinang kepada Bangkapos.com, Senin (20/08/2018) di kantornya.

Diakuinya, rencananya pada bulan September 2018 mendatang petugas Dukcapil Kota Pangkalpinang akan melakukan pengecekan kembali terhadap kepemilikan KTP warga binaan ini.

"Hasil rapat bersama Kemenkum dan HAM Babel dimana mereka akan berusaha mempersiapkan Kartu Keluarga (KK), karena warga binaan yang berasal dari Pangkalpinang biasanya seminggu sekali datang menjenguk anggota keluarga di lapas," ujarnya.

Ditambahkannya sedangkan untuk warga binaan yang berasal dari luar Pangkalpinang maka akan dikirimkan surat dari Dukcapil Pangkalpinang ke Dukcapil asal warga binaan itu supaya datanya bisa dipindahkan ke Dukcapil Pangkalpinang.

"Kalau hal ini bisa berhasil mudah-mudahan hak warga binaan di lapas-lapas itu bisa dijamin untuk digunakan dalam pileg dan pilpres nanti asalkan memiliki e-KTP,"' tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved