Di Sebuah Perjalanan Menuju Desa Ustaz Abdul Somad Posting Soal Kematian, Jabatan dan Amal Saleh

Ustaz Abdul Somad menungkapkan tingginya jabatan seseorang tak ada artinya. Menurutnya amal shalehlah yang akan dibawa mati.

Di Sebuah Perjalanan Menuju Desa Ustaz Abdul Somad Posting Soal Kematian, Jabatan dan Amal Saleh
Instagram/ ustadzabdulsomad
Ustaz Abdul Somad 

BANGKAPOS.COM -- Ustaz Abdul Somad menungkapkan tingginya jabatan seseorang tak ada artinya. Menurutnya amal shalehlah yang akan dibawa mati.

Ustaz Abdul Somad menulis beberapa kalimat yang penuh arti tentang jabatan dan amal shaleh.

Kalimat-kalimat yang ia posting di laman instagram miliknya ia tulis saat perjalanan darat ke Masjid Raya Koto Aman, Tapung Hilir, Kampar, Riau.

"Kita akan mati menghadap Allah

Ketika mati,
Jabatan tinggal,
Pangkat tinggal,
Semuanya tinggal.

Apa yang akan kita bawa?
Amal sholeh.

Amal sholeh-lah yang akan menolong kita di hadapan Allah.

(Perjalanan ke Masjid Raya Koto Aman, Tapung Hilir, Kampar, Riau)," tulisnya.

Akhir-akhir ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) kerap mengunggah hal-hal terkait kepemimpinan, terutama jelang pemilihan presiden.

Ustaz yang mempunya penggemar 4,1 juta followers di instagram itu sempat digadang jadi bakal calon wakil presiden.

Namun ia menolaknya.

Bahkan terang-terangan ia mengaku diajak mendukung pasangan yang mencalonkan diri.

Namun ia mengaku tak mau melakukan itu.

Bahkan menurutnya walaupun ditawari jabatan, ia akan menolaknya.

"Mau jadi apa? Paling-paling menteri, habis itu dubes.

Sedangkan jadi wakil presiden saja saya tolak," katanya.

Karena itu, UAS menjelaskan, dia tidak pernah berambisi untuk kekuasaan meski dirinya telah menjelaskan tentang umat Islam harus merebut kekuasaan.

"Bahwa saya cerita politik, genggamlah kekuasaan, dengan kekuasaan kau menolong agama Allah, dengan tanda tanganmu menolong agama Allah, bukan saya mengiklankan diri, bukan mau masuk ke dalam, saya mau menjelaskan kepada umat, tolong agama ini dengan kekuasaan," katanya.

Menurut Ustadz Somad, dirinya tidak pernah menyuruh orang mencoblos satu pasangan tertentu.

"Tanpa ikut jadi jurkam ini atau yang itu, orang sudah tahu, selama ini, arah ceramah ustadz pasti ke yang ini," katanya.

Karena, kata UAS, umat ini cerdas dan tidak akan bisa dibohongi.

"Umat ini cerdas, tidak bisa dibohong-bohongi, sudahlah, capek kita pencitraan-pencitraan itu, berhentilah.

Tarik ini, tarik itu, makin terbuka," katanya.

Menurut UAS, umat kita bukan bodoh karena mereka tahu mana yang benar-benar berbuat, mana yang sekadar pencitraan.

"Jadi, kita tinggal tunggu saja, berhentikah menarik-narik dan pencitraan," katanya.

Hoax yang beredar tentang UAS jadi tim kampanye.
Hoax yang beredar tentang UAS jadi tim kampanye. (Instagram)

Dalam kesempatan yang lain, UAS juga menjelaskan kesibukannya berceramah.

Salah satunya diundang negara jiran, tapi ditolaknya.

Tanggal 30-31 Agustus 2018 sudah janji akan ke Suku Pedalaman Talang Mamak.

Di hari yang sama ada undangan ke Kerajaan Negeri Perak, Malaysia.

Terkadang datang juga bisikan ingin ke Perak ini, berfoto-foto dengan Sultan, untuk menunjukkan ke mereka yang menghadang di Semarang, menghadang di Grobogan, membatalkan sepihak di Jepara.

Tapi, Talang Mamak pula yang akan jadi korban.

Ya Allah, luruskan niat kami, hanya ingin mencari ridho-Mu.

Dalam kesempatan ini, UAS juga memanjatkan doa untuk hujan turun yang bermanfaat.

"Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat," katanya memanjatkan doanya.

Dalam kesempatan itu, UAS berharap hujan karena sejumlah wilayah sedang dilanda kekeringan.

UAS mengunggah foto kegiatan ceramah di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Tabligh Akbar “Membangun Ekonomi Syariah di Serambi Mekkah” bersama Ustadz @felixsiauw. (*)

 
Penulis: teddymalaka
Editor: ediyusmanto
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved