Pelabuhan Tanjungular Diminta Kemenko Maritim Sempurnakan Dokumen, Ini Tujuannya

Deputi Maritim Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin menyebutkan, sejumlah dokumen yang perlu disempurnakan itu adalah

Pelabuhan Tanjungular Diminta Kemenko Maritim Sempurnakan Dokumen, Ini Tujuannya
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Rapat Kemenko Maritim bersama Pemprov Babel membahas pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Babel, Selasa (4/9/2018). Rapat berlangsung di ruang Tanjungpendam, Kantor Gubernur Babel. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-.Pelabuhan Tanjungular, Kabupaten Bangka Barat dibahas pada rapat pembahasan pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Bangka Belitung antara Kementerian Koordinator (Kemenko Maritim) di ruang rapat Tanjungpendam, Kantor Gubernur Babel, Selasa (4/9/2018).

Pembangunan pelabuhan yang diyakini mampu menggairahkan perekonomian di Bangka Barat (Babar) khsusunya, dan Babel umumnya itu, bertahun-tahun hanya berkutat di tahapan perencanaan.

Hasil rapat, Pelabuhan Tanjungular diminta kembali menyempurnakan kelengkapan dokumen mereka.

Deputi Maritim Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin menyebutkan, sejumlah dokumen yang perlu disempurnakan itu adalah kajian ulang pra studi kelayakan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), sertifikat lahan dan jalan akses. Dokumen ini telah dimiliki Babar.

"Sebagian besar sudah ada, hanya perlu kami pastikan selesai menjadi dokumen yang bagus," ucap Ridwan seusai rapat tersebut kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Babel Tajuddin mengatakan, pertemuan tersebut merupakan upaya untuk mempercepat proses pembangunan pelabuhan Tanjungular.

Mengenai penyempurnaan dokumen, Tajuddin mengatakan, daerah akan memenuhi permintaan tersebut.

"Itu bisa kami siapkan sesuai waktu yang ditentukan. Tadi Pak Deputi bilang Oktober harus bisa selesai, ‎ini sifatnya hanya review, menelaah. Bukan dari awal. Ini bisa selesai. Sertifikat juga sedang dalam proses. Setelah penyempurnaan dokumen ini selesai, akan dimasukkan ke data dukung yang akan dimasukkan ke APBN," ujar Tajuddin.

Selain Pelabuhan Tanjungular‎, infrastruktur di Babar yang juga sempat dibahas adalah rencana Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap yang masih terkendala antara kontraktor dan PLN.

Satu di antara sebebanya adlaah keterlambatan adminstrasi lahan antara PT Timah dan pemerintah.‎

Rapat juga membahas infrastruktur transportasi laut, khususnya pelabuhan di Babel.

Kemenko Maritim akan memfasilitasi penyiapan dokumen Pelabuhan Tanjungular dan komunikasi antara PLN dan kontraktor pengembang PLTGU.

Kemenko Maritim juga akan memfasilitasi pertemuan lanjutan Pemprov Babel dengan kementerian lembaga terkait lainnya.‎ (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved