Penemuan Mayat di Perairan Bio, Polisi Masih Ungkap Identitas Korban
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar melapor ke polisi. Sebab sesosok mayat tak dikenal, ditemukan mengapung di Laut Pancang Amat
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar melapor ke polisi. Sebab sesosok mayat tak dikenal, ditemukan mengapung di Laut Pancang Amat, antara Perairan BIO Dusun Airantu Desa Deniang Riausilip dengan Perairan Matras Sungailiat Bangka, Kamis (13/9/2018).
Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kasat Polair, AKP Elpiadi dikonfirmasi Bangka Pos Groups, Kamis (13/9/2018) menyatakan, tak ada tanda kartu identitas di tubuh korban, saat ia ditemukan.
Bahkan korban tak mengenakan (maaf) celana dalam atau celana luar sama sekali ketika proses evakuasi dikakukan. Hanya pakaian berupa kaus warna gelap melekat di tubuhnya.
"Ciri-ciri mayat ini rambut mulai uban, warna kulit agak gelap, usianya diperkirakan di atas 50 tahun. Diduga korban tewas satu hingga dua hari sebelum ditemukan di laut," kata Kasat. Berikut wajah korban agar mudah dikenali oleh sanak keluarganya. Baca edisi sebelumnya tentang penemuan mayat tak dikenal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/penemuan-mayat_20180913_181852.jpg)