Breaking News:

Ungkap Pengalamannya, Polo Srimulat Akui Ada Pesta Narkoba Hingga Dugem di Penjara

Pelawak Polo 'Srimulat' yang pernah dua kali tersangkut kasus narkoba pun angka bicara perihal pesta narkoba di balik jeruji

Youtube
Polo Srimulat 

BANGKAPOS.COM--Kabar tentang pesta narkoba di dalam penjara sedang menghebohkan masyarakat.

Pelawak Polo 'Srimulat' yang pernah dua kali tersangkut kasus narkoba pun angka bicara perihal pesta narkoba di balik jeruji besi.

Melalui acara Pagi Pagi Pasti Happy dan Mata Najwa, komedian Polo mengungkap fakta mengejutkan kehidupan para napi narkoba di balik sel.

Polo membenarkan kalau memang ada pesta narkoba di dalam penjara berdasar pengalamannya ditahan di Lapas Cipinang.

Bahkan ia mengatakan dalam acara Mata Najwa, kalau pesta narkoba di dalam penjara sudah terjadi sejak 2000.

Selain pesta narkoba, ada beberapa ruangan sel yang digunakan untuk dugem hingga karaoke.

"Kalau dulu ketika penjara-penjara ini belum dibangun seperti sekarang, memang masih ada yang namanya pesta narkoba di dalam penjara, ada pesta narkoba, ada tempat dugem, (ada ruangan karaoke) iya," kata Polo tanpa menyudutkan siapa pun.

Dengan semakin berkembangnya zaman, Polo pun mengira semestinya pesta narkoba di dalam penjara sudah tidak ada.

Apalagi bangunan penjara sekarang pengamanannya lebih mumpuni dibanding zamannya ketika berada di dalam sel.

Polo mengaku ketika zamannya dulu ada beberapa ruang sel yang memang dikhususkan untuk melakukan pesta narkoba yang berbeda dengan sel tahanan.

"Ada sel-sel tertentu untuk teman-teman itu melakukan pesta narkoba," tuturnya.

Terkait peredaran narkoba di dalam penjara, Polo mengatakan ada keterlibatan oknum agar narkoba tersebut bisa masuk ke dalam penjara.

"Ya narkoba kan ngga bisa jalan sendiri, (ada kurirnya) ya pastilah. Ya itu tadi (cara masuknya) kembalinya oknum," katanya.

Ia pun mengaku pernah merasakan pesta narkoba ketika masih berada dalam tahanan.

Bahkan Polo bisa memakai narkoba setiap hari dengan harga yang jauh lebih murah.

"Loh bisa setiap hari (pesta narkoba), iya, wong (kan) saya punya duit," ujar Polo.

Polo mengaku uang yang digunakannya untuk transaksi narkoba di dalam penjara itu bisa dibawakan oleh orang yang membesuknya.

Lalu di dalam penjara tersebut memang ada orang yang berposisi sebagai bandar narkobanya.

"(Bandar narkobanya di dalam) iya, (belinya di bandar itu) iyalah, di dalam lebih murah malah," sahutnya ketika ditanya proses pembelian narkoba di dalam penjara.

Disinyalir ada produksi narkoba di dalam penjara.

Tapi, Polo mengaku tak pernah mengetahuinya dan di tempatnya dulu ditahan tidak ada kegiatan produksi narkoba.

Menurut Polo terjadinya pesta narkoba di dalam penjara ketika zamannya dulu kemungkinan karena kurang imbangnya antara penjaga dan tahanan narkoba.

Pelawak Srimulat ini mengatakan jumlah penjaga atau sipir yang bertugas sangat terbatas dan jauh lebih sedikit dari tahanan.

Karena itu pengamanan dan penjagaan agar tak ada transaksi narkoba di dalam penjara kurang maksimal.

Ia juga menambahkan kalau tempat dugem zamannya dulu juga digunakan oleh teman-temannya untuk judi dadu.

"Wong ada yang main koprok segala kok, koprok, judi dadu pakai duit," ujar Polo dalam tayangan Mata Najwa.

Jumlah uang yang mereka gunakan untuk judi pun tak sedikit, mereka bermain pada nominal jutaan.

Sementara untuk sel khusus tempat dugem, Polo mengatakan hal tersebut hasil karya para tahanan.

Mereka membuat sendiri lampu-lampu gemerlap bak tempat dugem sungguhan.

Menurutnya hal tersebut bisa terjadi lantaran para tahanan merasa kepepet sehingga kreativitas mereka pun keluar.(Shevinna Putti Anggraeni)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved