BPJS Kesehatan Segera Bayar Tunggakan Klaim RSUD Depati Hamzah

Perkiraan akan dilakukan pencairan untuk membayar klaim ke RSUD Depati hamzah, akan dilakukan dalam waktu dekat

BPJS Kesehatan Segera Bayar Tunggakan Klaim RSUD Depati Hamzah
Bangka Pos / Ira kurniati
Kepala bidang SDM, umum dan komunikasi publik BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Anugrah Maha Putra 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala bidang SDM umum dan komunikasi publik BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Anugrah Maha Putra mengemukakan, pihaknya berupaya dalam minggu ini akan melakukan pembayaran klaim ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, yang sebelumnya sempat menunggak selama beberapa bulan.

Menurut Anugrah, adanya keterlambatan pembayaran klaim dalam beberapa bulan terakhir ini, karena adanya defisit anggaran dari BPJS Pusat.

"Bukan tidak dibayar, namun anggaran dari pemerintah belum ada. Sudah dibahas di pusat, kemungkinan dalam waktu dekat ini bisa dilakukan pencairan untuk klaim ke rumah sakit." kata Anugrah, Selasa (18/9/2018).

Ia mengatakan, perkiraan akan dilakukan pencairan untuk membayar klaim ke RSUD Depati hamzah, akan dilakukan dalam waktu dekat. Juga menurutnya pencairan dana klaim BPJS hingga desember mendatang, diperkirakan aman.

Menurutnya dalam pengajuan klaim, fasilitas kesehatan tersebut mengajukan berkas dan akan dilakukan tahapan verifikasi oleh BPJS selama 15 hari. Kemudian, setelah tahapan itu, BPJS dapat mengeluarkan klaim untuk dibayar ke fasilitas kesehatan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Tunggakan klaim BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan pada RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, yakni pada bulan maret dan april 2018 lalu. Biaya yang belum dibayar pada bulan tersebut mencapai Rp 3 Milyar.

Kepala bidang pelayanan RSUD Depati Hamzah, Thamrin didampingi Kepala Subbagian Keuangan, Achirudin, mengatakan pihaknya mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan sesuai pada jumlah yang dikeluarkan oleh rumah sakit, senilai Rp 2 Milyar lebih.

"Kami mengajukan ke BPJS sesuai dengan pengeluaran. Rata-rata Rp 2 Milyar lebih. Namun dari BPJS belum tentu semua biaya bisa diklaim. Seperti pada bulan maret, BPJS mengklaim hanya sekitar Rp 1.7 Milyar. Sisa yang harus dibayar BPJS belum tau nominalnya berapa. " ujar Thamrin beberapa waktu lalu.

Penerimaan klaim BPJS yang terganggu, dikatakan Thamrin berpotensi pula mengganggu operasional rumah sakit. Pihaknya tentu akan kesulitan menyediakan pembekalan farmasi, seperti obat dan bahan medis habis pakai.

Juga pada penyediaan makanan dan minuman pasien, regen laboratorium dan sebagainya. Tak hanya itu, ia menuturkan rumah sakit akan kesulitan membayar jasa pelayanan pegawai.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved