Nganggung Hingga Sepeda Nusantara Ramaikan Peringati Hari Jadi Ke-261 Pangkalpinang

Berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan guna mera­yakan hari jadi Kota Pangkalpinang.

Nganggung Hingga Sepeda Nusantara Ramaikan Peringati Hari Jadi Ke-261 Pangkalpinang
Bangka Pos
Nganggung Akbar Tahun 2018 di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Minggu (16/9). 

BANGKAPOS.COM - Pangkalpinang kini memasuki usia ke-261 tahun, Senin (17/9). Berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan guna mera­yakan hari jadi Kota Pangkalpinang tersebut. Mulai dari Nganggung Akbar, Sepeda Nusantara hingga Upacara dan Rapat Paripurna DPRD Pangkalpinang.

Minggu (16/9) digelar Nganggung Akbar Tahun 2018 di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang. Ribuan dulang berisi makanan dan lauk pauk yang disajikan untuk masyarakat Kota Pangkalpinang.

Ribuan dulang ini merupakan partisipasi dari Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Pangkalpinang, sekolah, TNI, Kepolisian, instansi vertikal, perbankan, kecamatan, kelurahan hingga paguyuban yang ada di Kota Pangkalpinang.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif Kementerian Pemuda dan Olahraga, Joni Marlizar mengemukakan, bahwa nganggung merupakan wujud kebersamaan masyarakat dengan membawa makanan ke suatu tempat yang dilanjutkan dengan makan bersama-sama.

“Budaya ini yang perlu kita lestarikan, yang didalamnya ada sifat gotong royong yang perlu diangkat, dan banyak lagi budaya lain di tanah air yang perlu dilestarikan,” ujar Joni.

Joni menilai kegiatan yang digelar oleh Pemkot Pangkalpinang sangat kreatif dan bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan peringatan hari jadi ke-261 Kota Pangkalpinang.

Plt Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Sopian, menjelaskan nganggung merupakan bentuk sikap untuk saling tolong menolong masyarakat dengan membawa dulang, yang diisi makanan dan lauk pauknya.

“Nganggung dilakukan dalam bentuk suka cita, biasanya dalam upacara adat, penerimaan tamu serta hari besar keagamaan yang sangat kental dalam adat membawa dulang,” ungkapnya.

Dikatakan Sopian, bahwa nganggung ini dalam upaya melestarikan adat dan tradisi daerah Kota Pangkalpinang dalam pembangunan budaya.

Disamping itu menurut Sopian, dalam upaya penggalian perlindungan dan pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan serta peningkatan peran pemerintah, swasta dan pemberdayaan masyarakat.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved