Cakupan Vaksin MR di Pangkalpinang Baru 25 Persen, Ini Kendalanya

Capaian vaksin Measless Rubella di Pangkalpinang masih berada di kisaran 25 persen.

Cakupan Vaksin MR di Pangkalpinang Baru 25 Persen, Ini Kendalanya
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes PPKB Pangkalpinang Rosdiana 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM - Sempat tertunda lalu dilanjutkan lagi, realisasi capaian vaksin Measless Rubella di Pangkalpinang masih berada di kisaran 25 persen. Berdasarkan data di bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) per 18 September 2018, cakupan vaksin MR‎ baru diberikan kepada 11.984 anak dari 48.769 yang menjadi sasaran.

Wilayah dengan cakupan terendah adalah‎ wilayah puskesmas taman sari yakni 17,1 persen atau hanya 271 cakupan dari 1586 sasaran. Sementara wilayah dengan cakupan tertinggi adalah wilayah puskesmas Pasirputih yakni 36,8 persen atau 1018 cakupan dari 2766 sasaran.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Rosdiana menuturkan, sosialisasi terus digalakkan ke sekolah-sekolah. Sosialisasi kepada para orangtua ini dilakukan dengan didampingi oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pihaknya, ujar Rosdiana, menggelar tanya jawab dengan orangtua anak. Terkait status halal-haram-nya, MUI akan menjawab pertanyaan tersebut.

"Alhamdulliah sudah mulai agak banyak menerima vaksin ini. Dari sebelumnya hanya 20 sekarang sudah 200 lebih mau ikut sosialisasi ini," kata Rosdiana kepada bangkapos.com, Rabu (19/9/2018).

Satu di antara kendala pelaksanaan vaksin MR adalah‎ banyaknya penolakan orangtua anak dan mereka lebih percaya infromasi di media sosial ketimbang penjelasan tenaga kesehatan ataupun dari MU.‎

"Kami akan sosialisasi terus. Pelaksanan vaksin ini kabarnya akan diperpanjang kalau cakupannya kurang dari 95 persen. Selama ini, kendala sosialisasi ini, masyarakat lebih percaya informasi di media sosial ketimbang penjelasan dari ahlinya seperti petugas kesehatan dan MUI. Yang ditanyakan saat sosialisasi itu berkisar soal informasi di medsos itulah," ucap Rosdiana.

Pengelola Program Imunisasi Dinkes PPKB Pangkalpinang Holipah mengatakan, masyarakat banyak belum sadar bagaimana dampak penyakit yang diakibatkan virus Rubella, khususnya bagi ‎wanita usia subur.

"Anak kita bisa terkena kebutaan, bocor jantung, tuli, dan terkait mentalnya. Pangkalpinang belum ada kasus ini, Bangka Barat sudah ada kasus ini, Bangka Selatan juga sudah ada," ucap Holipah. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved