Direktur ISP Bantah Tidak Bayar Gaji Karyawan, Akui Ada Keterlambatan

Direktur PT Inti Stania Prima (ISP) Yuli Widy Astono memberikan klarifikasi terkait dengan adanya tuntutan sebagian karyawan ISP di Dinas Tenaga Kerja

Direktur ISP Bantah Tidak Bayar Gaji Karyawan, Akui Ada Keterlambatan
Bangka Pos / Nurhayati
Direktur PT Inti Stania Prima (ISP) Yuli Widy Astono didampingi Manager PT ISP Agus 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Direktur PT Inti Stania Prima (ISP) Yuli Widy Astono memberikan klarifikasi terkait dengan adanya tuntutan sebagian karyawan ISP di Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Bangka untuk pembayaran gaji.

Dia membantah pihak perusahaan tidak melakukan pembayaran gaji karyawan. "Bahwa tidak benar PT Inti Stania Prima tidak membayarkan gaji karyawan sebagaimana yang disampaikan," tegas Yuli kepada bangkapos.com, Jumat (21/9/2018) di PT ISP.

Diakui pihaknya saat ini sedang dalam proses penyelesaian keterlambatan pembayaran gaji (khususnya gaji bulan Agustus 2018). Hal ini terjadi sebagai akibat dari akumulasi permasalahan wanprestasi buyer PT ISP di Singapura.

"Kami biasanya untuk normal pembayaran gaji akhir bulan sudah dibayarkan cuma kondisi perusahaan yang sekarang ini sedang tidak berproduksi maka kami agak sedikit mengalami keterlambatan tetapi akan kami selesaikan," jelas Yuli.

Menurutnya, sebagai bukti bahwa sisa gaji bulan Juli 2018 sudah dibayarkan sesuai dengan rencana.

"Waktu pertemuan di sini sebelum ke disnaker sudah kita sampaikan, sudah musyawarah, disampaikan bahwa ada rencana pembayaran untuk mereka hari itu juga. Itu ada yang terealisasi dapatnya sore dan ada yang dapatnya malam karena sedang sedang proses diselesaikan termasuk yang bulan Agustus. Perusahaan tetap pada komitmennya untuk pembayaran gaji karyawan," kata Yuli.

Dia menjelaskan bahwa dalam kondisi perusahaan yang tidak beroperasi PT ISP tetap membayarkan gaji karyawan, walaupun dengan sistem sebagian karyawan dirumahkan dan sebagian lagi tetap masuk khususnya untuk kegiatan pengamanan
aset perusahaan.

"Jadi sifatnya sementara selama proses di dalam masa dirumahkan, karyawan tetap mendapatkan haknya berupa gaji, iuran BPJS kesehatan untuk karyawan dan keluarganya, dan BPJS ketenagakerjaan termasuk didalamnya jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun," jelas Yuli.

Selain itu pihak perusahaan memberikan kebebasan karyawan untuk mendapatkan penghasilan tambahan diluar gaji yang diberikan perusahaan.

"Kondisi Perusahaan kita sedang tidak berjalan normal karena kami sedang ada permasalahan wanprestasi dari buyer kami di Singapura tapi sebenarnya kami tetap jalan melanjutkan proses operasi produksi," ungkap Yuli

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved