Puluhan Pelajar SMAN 3 Pangkalpinang Alami Kerasukan

Sekitar 20 pelajar SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengalami kerasukan. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.30 WIB, Senin (24/9/2018).

Puluhan Pelajar SMAN 3 Pangkalpinang Alami Kerasukan
Bangkapos/irakurniati
Sekitar 20 pelajar SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengalami kerasukan. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.30 WIB, Senin (24/9/2018). 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM - Sekitar 20 pelajar SMA Negeri 3 Pangkalpinang mengalami kerasukan. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.30 WIB, Senin (24/9/2018).

Pantauan bangkapos.com, sekitar pukul 10.00 WIB, masih ada beberapa siswi yang meronta berteriak dan diberi pertolongan oleh ustaz maupun guru-guru setempat.

Kepala sekolah SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Kunlistiani, didampingi Wakil Kepala sekolah bidang kurikulum, Suryadi, menuturkan kejadian ini bermula pada saat upacara bendera. Pelajar yang mengalami kerasukan, baik itu kelas 10, 11 maupun 12.

"Awalnya ada dua siswi pada saat upacara itu, terus bertambah lagi. Pertama itu yang mengalami siswi kelas 12, kemudian menyusul yang lainnya." kata Kunlistiani, Senin (24/9/2018).

Puluhan pelajar yang alami kerasukan ini, kebanyakan siswi perempuan. Hanya satu siswa laki-laki yang juga alami kejadian tersebut.

Sebagian siswi yang sudah pulih kesadarannya ini telah diantar oleh rekannya pulang atau dijemput oleh pihak keluarga.

Sementara yang lainnya, masih dalam upaya penanganan oleh ustaz dan guru-guru didalam ruang aula sekolah setempat.

Kegiatan belajar mengajar pun dihentikan dan ratusan siswa-siswi lainnya dipulangkan ke rumah. Hal ini dikatakan Kunlistiani, untuk mengantisiasi agar kejadian ini tidak mengimbas pada siswa maupun siswi lainnya.

Dirinya menambahkan, kejadian serupa sempat pernah terjadi di sekolah ini, namun pada tahun 2000 lalu. Kunlistiani mengaku belum mengetahui penyebab puluhan siswinya mengalami kerasukan ini.

"Siswa-siswi lain berusaha dipulangkan, semoga tidak terkena juga. Tadi saya sudah izin ke kabid SMA dinas pendidikan untuk mengantisipasi agar bisa dipulangkan." tambahnya.

Ditempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Suryadi mengatakan kerasukan massal yang dialami siswi nya ini, terjadi hingga pada saat hendak memulaipelajaran. Namun melihat kondisi yang tidak kondusif, akhirnya para pelajar lain dipulangkan secara bertahap per kelas nya. 

"Mereka (siswi yang mengalami kerasukan--red) hanya berteriak dan mencoba memberontak saat dibacakan ayat al-quran. Namun tidak sampai kerasukan yang histeris itu." pungkas Suryadi

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved